Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Waspadai Suhu 43 Derajat Celsius di Makkah, 5.378 Jemaah Embarkasi Banjarmasin Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Sheilla Farazela • Jumat, 15 Mei 2026 | 15:11 WIB
ZIARAH: Pendampingan rombongan jemaah Kota Banjarbaru saat ziarah di seputar Masjidil Haram. (TPHD Kesehatan Banjarbaru)
ZIARAH: Pendampingan rombongan jemaah Kota Banjarbaru saat ziarah di seputar Masjidil Haram. (TPHD Kesehatan Banjarbaru)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah asal Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) diminta untuk mengurangi aktivitas ibadah sunah di luar hotel demi mengantisipasi sengatan cuaca ekstrem yang mencapai 43 derajat celsius.
Hingga keberangkatan Kelompok Terbang (Kloter) BDJ 15 pada Kamis (14/5), tercatat sebanyak 5.378 jemaah dan petugas telah diterbangkan melalui Embarkasi Banjarmasin.
Dari jumlah tersebut, komposisi jemaah terdiri dari 3.816 orang asal Kalsel dan 1.562 orang asal Kalteng.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalsel, Dr. H. Eddy Khairani, saat dikonfirmasi Jumat (15/5) menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan lagi sekadar mobilisasi, melainkan menjaga ketahanan fisik jemaah agar tidak tumbang sebelum puncak haji.
 "Cuaca di Arab Saudi sangat panas, siang hari bisa menembus 43 derajat celsius. Ini risiko tinggi, terutama bagi lansia dan jamaah risti (risiko tinggi). Kami minta kurangi aktivitas di luar hotel pada siang hari," tegas Eddy.
Pihak otoritas haji menekankan bahwa kondisi fisik yang prima adalah modal utama untuk menjalani prosesi di Armuzna.
Eddy mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunah yang menguras energi di bawah terik matahari.
Beberapa poin mitigasi yang ditekankan kepada jemaah antara lain wajib membawa payung dan semprotan air wajah saat keluar ruangan.
Rutin mengonsumsi air mineral dan oralit tanpa menunggu haus untuk mencegah dehidrasi. Dan mengatur jadwal ibadah sunnah agar tidak berbenturan dengan waktu suhu puncak.
Sejauh ini, seluruh jemaah Embarkasi Banjarmasin sebut Edy dilaporkan telah berada di Makkah dalam kondisi terpantau baik.
Mayoritas telah menyelesaikan umrah wajib dan kini menjalani masa tunggu menuju puncak haji.
“Petugas kesehatan terus bersiaga. Kami minta jemaah segera melapor jika merasa pusing, sesak napas, atau kelelahan ekstrem. Jangan menunggu parah,” imbuh Eddy.
Meskipun proses pemberangkatan dari tanah air berjalan tertib, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Kerja sama antara petugas kloter dan kedisiplinan jamaah dalam mematuhi protokol kesehatan menjadi kunci agar seluruh jamaah bisa pulang ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Editor : Sutrisno
#haji #Kalsel