Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Disdikbud Balangan Mulai Identifikasi Kerusakan Gedung Budaya Garuda Maharam

M Dirga • Jumat, 15 Mei 2026 | 14:47 WIB
RUANG EKSPRESI: Kondisi panggung utama di dalam Gedung Budaya Garuda Maharam yang kini masuk dalam daftar identifikasi perawatan. (M Dirga/ Radar Banjarmasin)
RUANG EKSPRESI: Kondisi panggung utama di dalam Gedung Budaya Garuda Maharam yang kini masuk dalam daftar identifikasi perawatan. (M Dirga/ Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan mulai memberikan perhatian serius terhadap kondisi fisik Gedung Budaya Garuda Maharam.

Aset daerah yang berlokasi di Kecamatan Paringin ini tengah masuk dalam tahap identifikasi kerusakan guna perencanaan perawatan secara bertahap.

Langkah ini diambil untuk memastikan gedung yang menjadi sentral kegiatan seni dan budaya tersebut tetap representatif.

Selain melakukan pemetaan kerusakan, para pegawai juga dikerahkan secara bergotong royong untuk membersihkan area gedung agar tetap layak digunakan oleh masyarakat maupun instansi terkait.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Balangan, Rosma Hilda, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih berfokus pada pengecekan menyeluruh di sejumlah titik bangunan.

Identifikasi tidak hanya menyasar bagian utama gedung, tetapi juga merambah pada ketersediaan fasilitas penunjang lainnya.

"Kami masih dalam tahap identifikasi kebutuhan pemeliharaan. Pengecekan meliputi spot-spot yang rusak, fasilitas yang belum tersedia, akses jalan masuk, hingga penerangan jalan umum di sekitar gedung," ujar Hilda, Jum'at (15/5).

Menurutnya, pengecekan detail ini sangat penting demi kenyamanan dan kesempurnaan fungsi gedung ke depan. Selama ini, Gedung Budaya Garuda Maharam memang menjadi andalan untuk berbagai perhelatan, mulai dari event budaya Disdikbud hingga kegiatan lembaga luar.

Secara teknis, gedung ini memiliki kapasitas sekitar 350 orang dengan dukungan 336 kursi permanen. Fasilitas di dalamnya pun terbilang lengkap, mencakup panggung acara, ruang operator, perangkat sound system, pencahayaan, hingga unit pendingin ruangan seperti AC dan kipas angin.

Hilda menambahkan, gedung ini tidak hanya eksklusif untuk kegiatan kebudayaan, tetapi juga dibuka secara umum untuk disewakan sebagai lokasi sosialisasi maupun pelatihan. Keberadaan area parkir yang luas menjadi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Perawatan berkala akan terus kami lakukan agar gedung tetap layak dan nyaman. Kami berharap dengan pemeliharaan yang berkelanjutan, tempat ini semakin representatif untuk mendukung kegiatan kesenian dan budaya daerah," pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#Balangan #paringin