RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Jalan Ki Hadjar Dewantara di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, kini rusak parah akibat lalu lintas truk bermuatan material tanah merah yang diduga berasal dari kegiatan galian C. Kondisi ini dikeluhkan warga karena membahayakan pengguna jalan, terutama santri dan pelajar yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
Warga RT 3, RT 4, dan RT 5 menilai aktivitas angkutan material menjadi penyebab utama rusaknya badan jalan yang sebelumnya masih baik. “Kami berharap pengangkutan material itu dihentikan karena jalan ini merupakan jalan lingkungan,” ujar seorang warga.
Jalan Ki Hadjar Dewantara bukan hanya jalur warga, tetapi juga penghubung ke Desa Melintang, kawasan perikanan, sekolah, hingga Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra. Kerusakan jalan dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan bagi pengguna, terutama anak-anak sekolah dan santri.
Menanggapi keluhan, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Banjar, Jimmy, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan langsung melakukan survei lapangan. “Dulu jalannya bagus. Setelah ada aduan, tim kami turun survei dan ternyata memang ada kerusakan. Jadi segera kami tangani,” janjinya.
Ia mengakui pihaknya mendapat informasi adanya dugaan aktivitas galian C di sekitar lokasi. “Mudah-mudahan tidak benar. Tapi kalau memang ada, harapan kami aparat desa dan stakeholder bisa berkomunikasi agar jalan yang diperbaiki tidak kembali rusak,” katanya.
Jimmy menegaskan Jalan Ki Hadjar Dewantara merupakan jalan kabupaten, sementara jalan di sisi irigasi adalah milik Balai Wilayah Sungai (BWS). Untuk penanganan awal, pihaknya akan melakukan perbaikan sementara dengan material agregat sambil menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. “Sementara ini kita agregat dulu. Nanti kita lihat perkembangan kondisi di lapangan dan kemampuan anggaran,” imbuhnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief