Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ini Alasan Ibu-Ibu Penjual Samu Bersikeras Tolak Direlokasi Meski Ganggu Area Parkir Pasar Subuh

M Padil Ihsan • Kamis, 14 Mei 2026 | 15:45 WIB
BERSIKERAS: Ibu-ibu pedagang ikan samu yang tetap bersikeras tetap berjualan di area tanpa izin meski sudah di minta pindah ke lokasi yang disediakan. (Foto: M.Padil Ihsan/Radar Banjarmasin) 
BERSIKERAS: Ibu-ibu pedagang ikan samu yang tetap bersikeras tetap berjualan di area tanpa izin meski sudah di minta pindah ke lokasi yang disediakan. (Foto: M.Padil Ihsan/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Para ibu-ibu pedagang ikan samu (pakasam) bersikeras tidak mau direlokasi oleh petugas Satpol PP HSS pada Kamis (14/5/2026). 

Salah seorang perwakilan daei pedagang ikan samu yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa kebijakan relokasi tidak sesuai kehendak mereka. 

"Tidak sesuai kehendak kami untuk lokasinya, kami maunya jualan di pinggir jalan, apalagi di lokasi pindahan terhalang oleh motor yang parkir di lahan parkir" ujarnya.

Mereka merasa dengan berjualan di pinggir jalan, bisa menjangkau langsung para pembeli, supaya pembeli tidak perlu turun dari motornya. 

Sementara itu salah satu petugas parkir, Muliyadi mengakui merasakan dampak dari adanya penjual yang berdagang di area lahan parkir. 

"Adanya penjual ini, menyulitkan kami, karena jalan tertutup, dan lahan parkir kami jadi sempit," ujarnya. 

Dia berharap, kalau mau menjalankan usaha jangan sampai menyusahkan orang lain. 

"Sama-sama memahami satu sama lain, yang berusaha cari uang," harap Muliyadi. 

Kondisi tersebut pun membuat area parkir di sekitar pasar subuh menjadi padat, terutama saat aktivitas jual beli sedang ramai pada pagi hari.

Editor : Arif Subekti
#pasar subuh kandangan #keberadaan lapak dinilai mengganggu #ibu-ibu penjual ikan samu #hulu sungai selatan