RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin - Sejumlah desa di Kabupaten Tanah Bumbu masih mengalami kekurangan alat mesin pertanian (alsintan), seperti hand traktor dan combine harvester. Kondisi itu membuat sebagian petani harus meminjam alsintan dari kecamatan lain untuk menggarap lahan pertanian mereka.
Persoalan tersebut mengemuka dalam temu aspirasi petani dan nelayan bersama anggota DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan, M Syaripuddin, di Kecamatan Kusan Hilir, Rabu (13/5).
Kepala Desa Saring Bubu, Bustani, mengatakan desanya hingga kini masih kekurangan alsintan, terutama hand traktor dan combine harvester. Bahkan, kelompok tani di wilayahnya terpaksa meminjam alsintan dari Kecamatan Kusan Hulu, sementara Desa Saring Bubu berada di wilayah Kusan Tengah.
Menurut Bustani, luas lahan pertanian di desanya mencapai sekitar 200 hektare. Namun, bantuan alsintan yang pernah diterima pada 2011 kini sudah tidak lagi berfungsi optimal. “Harapan kami ini dapat perhatian khusus,” katanya.
Ia juga menyinggung aspirasi terkait kebutuhan alsintan yang kerap disampaikan saat agenda reses anggota dewan, tetapi belum terealisasi. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut menjadi perhatian.
Keluhan serupa disampaikan Kepala Desa Sungai Lembu, Rusniansyah. Ia mengatakan desanya juga mengalami kekurangan alsintan, padahal petani di wilayahnya sudah mampu melakukan tanam hingga tiga kali dalam setahun.
Luas lahan pertanian di Desa Sungai Lembu mencapai sekitar 144 hektare. Menurutnya, kebutuhan alsintan menjadi penting untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kalsel M Syaripuddin mengatakan persoalan pertanian, termasuk pengadaan alsintan, memerlukan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah desa, kabupaten, provinsi, hingga pusat.
Karena itu, ia menilai pemetaan kebutuhan dan kelengkapan data lewat pertemuan langsung menjadi hal penting agar usulan bantuan dapat disampaikan secara berjenjang dan tepat sasaran.
“Kita perlu mengaudit kebutuhan alsintan, lahan, hingga pupuk. Supaya sesuai kebutuhan," katanya.
Menurutnya, banyak usulan masyarakat yang membutuhkan waktu panjang untuk direalisasikan karena harus melalui tahapan penganggaran. Namun, ia memastikan berbagai aspirasi tetap akan diperjuangkan melalui pembahasan anggaran bersama pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tanah Bumbu, Andi Anwar Sadat, mengakui bantuan pertanian cukup sering masuk ke Tanah Bumbu. Namun, sebagian alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah disalurkan kini mengalami kerusakan karena usia pemakaian.
“Karena itu perlu diusulkan kembali bantuan alatnya,” katanya.
Ia juga tidak memungkiri proses pengusulan bantuan pertanian membutuhkan waktu dan tidak selalu bisa langsung terealisasi. Ia mencontohkan usulan alsintan dari Desa Sungai Lembu yang diajukan sejak 2023, tetapi baru terealisasi pada 2026. Sebab, kata dia, realisasi bantuan harus melalui tahapan administrasi dan penganggaran secara berjenjang.
Editor : Arif Subekti