Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BBM Langka, Nelayan Danau Panggang-Paminggir Siap Geruduk DPRD HSU

M Akbar Radar Banjarmasin • Rabu, 13 Mei 2026 | 14:41 WIB
Bus air tujuan Danau Panggang-Paminggir di Kabupaten Hulu Sungai Utara, tak beroperasi karena pasukan bio solar dan pertalite sulit dan langka. Meskipun ada harga mahal. (Foto: Nelayan Paminggir) 
Bus air tujuan Danau Panggang-Paminggir di Kabupaten Hulu Sungai Utara, tak beroperasi karena pasukan bio solar dan pertalite sulit dan langka. Meskipun ada harga mahal. (Foto: Nelayan Paminggir) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM
AMUNTAI - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar dan pertalite di wilayah Kecamatan Danau Panggang dan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), memicu keresahan para motoris dan pelaku usaha angkutan sungai. Mereka bahkan berencana menyampaikan aspirasi ke DPRD HSU dalam waktu dekat.


Seorang motoris sekaligus nelayan asal Kecamatan Paminggir, Fansyah, mengeluhkan harga BBM yang terus melonjak dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat yang menggantungkan aktivitas di sungai. Menurutnya, harga pertalite yang sebelumnya berkisar Rp10 ribu per liter harga resmi, kini mencapai Rp17 ribu.

Sementara bio solar yang semula dijual sekitar Rp6.800 per liter melonjak hingga Rp23 ribu per liter, bahkan barangnya sulit ditemukan.
“Kami berharap ketersediaan BBM untuk mesin kapal atau ces selalu tersedia dengan harga normal,” ujarnya kepada media ini, Rabu (13/5).
Fansyah mengatakan, para nelayan dan motoris di wilayah perairan sangat bergantung pada BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. 
Kelangkaan dan tingginya harga BBM berdampak langsung terhadap biaya operasional transportasi sungai maupun aktivitas mencari ikan.
Selain meminta pasokan BBM diperhatikan, para nelayan juga berharap pemerintah menghadirkan SPBU terapung di kawasan Danau Panggang dan Paminggir agar distribusi BBM lebih mudah dijangkau masyarakat perairan.
“Kami berharap ada SPBU terapung supaya nelayan lebih mudah mendapatkan BBM,” katanya.
Ia menambahkan, para nelayan berencana melakukan aksi penyampaian aspirasi ke DPRD HSU untuk meminta solusi atas persoalan tersebut.
“Rencana kami akan melakukan penyampaian aspirasi ke DPRD dalam waktu dekat ini,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD HSU, H Fadilah, menyatakan pihaknya terbuka menerima aspirasi masyarakat, termasuk terkait kelangkaan BBM di wilayah perairan.
Menurut Fadilah, selama aspirasi disampaikan dengan baik dan sesuai mekanisme, DPRD siap memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait.
“Setiap aspirasi masyarakat tentu akan diterima oleh rekan-rekan dewan atau komisi terkait. Kami akan terima lewat rapat dengar pendapat,” sampainya. 
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD HSU, H Mukshin mengatakan pihaknya siap menerima kedatangan para nelayan untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan BBM di wilayah perairan.
Menurut Mukshin, DPRD akan menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat dengan memanggil pihak terkait guna mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi nelayan.
“Silakan masyarakat menyampaikan aspirasi secara baik. Nanti akan kami tindak lanjuti dan fasilitasi bersama pihak terkait,” katanya.

Editor : Arif Subekti
#dprd #HSU #BBM #Danau Panggang