RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Pengerjaan proyek Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kotabaru–Batulicin terus berjalan usai penandatanganan kontrak kerja pada Maret 2026 lalu.
Megaproyek ini mendapat monitoring langsung dari Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, akhir pekan tadi.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib mengatakan, dalam kunjungannya, Roy meminta adanya sinkronisasi pengerjaan melalui pembentukan tim koordinasi karena proyek terdiri dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Dua bagian pendekat wewenang pemprov, sedangkan bentang tengah oleh Kementerian PU. “Karena itu Pak Dirjen meminta satu tim koordinasi untuk mengoordinasikan seluruh pekerjaan,” ujar Yasin.
Tim tersebut nantinya bertugas mengatur sinkronisasi pekerjaan, menghitung kebutuhan material hingga menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kendala pasokan semen, agregat maupun pasir.
Saat ini progres proyek masih sesuai jadwal. Di sisi Batulicin ada lima alat bore pile atau mesin konstruksi yang digunakan untuk membuat lubang pondasi sudah mulai beroperasi. Rencananya ada tambahan satu unit lagi dari Pulau Jawa. "Kemudian di sisi Kotabaru terdapat tiga alat bore pile, sementara untuk pengerjaan bentang tengah telah disiapkan dua tongkang," ujar Yasin.
Pembangunan jembatan terbagi menjadi tiga paket pekerjaan. Sisi Batulicin sepanjang sekitar satu kilometer dilaksanakan PT. Pembangunan Perumahan (PP), PT. Waskita Karya dan PT. Borneo Berkah Abadi (BBA) dengan skema KSO anggaran sekitar Rp1 triliun.
Sedangkan sisi Kotabaru sepanjang 1,5 kilometer dilaksanakan PT. Nindya Karya dan PT. Brantas Abipraya dengan nilai Rp993 miliar. Adapun bentang tengah sepanjang 500 meter pelaksananya PT. Hutama Karya dan PT. Adhi Karya dengan anggaran Rp2,8 triliun. “Kami mengharapkan proyek multiyears 2026 hingga 2028 ini mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalsel. Termasuk peningkatan ekonomi daerah,” pungkas Yasin
Editor : Arief