RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional Kabupaten Tabalong terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan terjadi setiap pekan, membuat pedagang mengeluh karena omzet mereka ikut tergerus.
Naik Rp 500–Rp 1.000 Per Pekan, Jauh Melampaui HET
Muhammad Hifni, pedagang di Pasar Bauntung Tanjung, mengungkapkan kenaikan harga terjadi konsisten setiap pekan sebesar Rp 500 hingga Rp 1.000 per picis.
"Iya naik terus, setiap pekan naik," kata Muhammad Hifni, Selasa (12/5/2026).
Yang lebih mengkhawatirkan, harga di pasaran kini sudah jauh melampaui harga yang tertera pada kemasan.
Selisihnya bahkan mencapai Rp 10.000 per liter, sebuah angka yang signifikan bagi konsumen maupun pedagang kecil.
Stok Kosong Jadi Masalah Tambahan
Selain soal harga, ketersediaan minyak goreng kemasan di pasar tradisional Tanjung juga tidak menentu.
Stok sesekali kosong, memperparah situasi yang sudah memberatkan pedagang.
Muhammad Hifni mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga maupun kelangkaan stok tersebut.
Pedagang Minta Pemerintah Turun Tangan
Muhammad Hifni berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menekan harga minyak goreng agar kembali ke level normal.
"Mudahan bisa dinormalkan kembali," ujarnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno