Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

FONI Tapin Kenalkan Orienteering, Puluhan Pegiat Se-Kalsel Ikut Latihan Gabungan

Rasidi Fadli • Senin, 11 Mei 2026 | 15:49 WIB
DIPERKENALKAN: Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Tapin menggelar coaching clinic sekaligus memperkenalkan orienteering. (Foto: FONI Tapin) 
DIPERKENALKAN: Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Tapin menggelar coaching clinic sekaligus memperkenalkan orienteering. (Foto: FONI Tapin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Olahraga orienteering mulai diperkenalkan secara serius di Kabupaten Tapin.

Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Tapin menggelar coaching clinic sekaligus latihan gabungan tingkat Kalimantan Selatan di kawasan Siring Rantau Baru, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Cafe Singgantung itu diikuti 41 peserta dari enam kabupaten/kota di Kalsel.

Mereka terdiri dari atlet, komunitas olahraga hingga calon pegiat baru yang ingin mengenal lebih dekat olahraga berbasis navigasi tersebut.

Meski tergolong baru di Tapin, antusias masyarakat ternyata cukup tinggi. Bahkan, 17 peserta di antaranya berasal dari Kabupaten Tapin.

Ketua FONI Tapin, Mukriyani, mengatakan para peserta lokal tersebut berasal dari komunitas Rantau Running Club (R2C) dan Kwartir Cabang Pramuka Tapin.

Menurutnya, dua komunitas itu dinilai memiliki dasar kemampuan yang cocok untuk olahraga orienteering, yakni kekuatan fisik serta kemampuan membaca arah dan medan.

“Karena olahraga ini membutuhkan fisik dan skill navigasi, maka kami menggandeng komunitas lari dan pramuka untuk dibina menjadi atlet,” katanya.

Mukriyani menjelaskan, kegiatan ini menjadi langkah awal FONI Tapin setelah terbentuknya kepengurusan baru sekitar dua bulan lalu. Selain memperkenalkan olahraga orienteering, pihaknya juga mulai memetakan potensi atlet daerah.

Target jangka panjangnya ialah menyiapkan atlet menghadapi ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2027.

Dalam coaching clinic tersebut, peserta mendapatkan materi dasar tentang olahraga orienteering dari pengurus FONI Provinsi Kalimantan Selatan. Mulai dari pengenalan aturan pertandingan, teknik navigasi, hingga penggunaan alat dan pembacaan peta.

Pengurus FONI Kalsel, Yermia Hengki Sihombing, mengatakan peserta juga diperkenalkan dengan dua kategori perlombaan, yakni sprint distance dan maze atau labirin.

Menurutnya, olahraga ini menuntut kecepatan berpikir sekaligus ketahanan fisik di lapangan.

“Peserta cukup antusias mengikuti latihan. Walaupun sempat diguyur hujan, mereka tetap semangat menjalani praktik sprint,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua R2C Tapin, Zizi Efendi, mengaku tertarik dengan konsep olahraga orienteering yang memadukan lari dan navigasi.

Ia menilai olahraga tersebut memberikan tantangan baru bagi para pelari, terutama dalam kemampuan membaca peta dan menentukan arah.

“Bagi kami ini pengalaman baru. Biasanya hanya fokus berlari, sekarang ditambah kemampuan navigasi. Memang perlu belajar membaca peta, tapi sangat menarik,” katanya.

Editor : Sutrisno
#Tapin #Rantau