Kunjungan hari pertama tersebut diikuti sekitar 90 mahasiswa bersama dosen pendamping dalam rangka studi produksi media cetak dan online. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses kerja industri media, mulai dari pengolahan berita hingga distribusi informasi kepada masyarakat.
Dalam sesi pemaparan, Manajer Bisnis Radar Banjarmasin H Budian Noor menjelaskan perjalanan Radar Banjarmasin serta proses produksi surat kabar. Ia memaparkan tahapan kerja redaksi mulai dari peliputan berita di lapangan, proses penulisan, penyuntingan, layout halaman hingga koran masuk tahap percetakan.
Menurut Budi, di tengah perkembangan teknologi digital, media cetak tetap memiliki standar kerja jurnalistik yang harus dipahami mahasiswa sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Setelah itu, Divisi Online Radar Banjarmasin Bayu Aditya Rahman menjelaskan transformasi media ke arah multiplatform.
Menurutnya, Radar Banjarmasin kini tidak hanya hadir melalui koran cetak, tetapi juga aktif di platform digital dan media sosial.
“Radar Banjarmasin sekarang tidak hanya koran cetak tapi sudah merambah ke multiplatform. Tujuannya sebagai penyeimbang informasi yang berseliweran di online dan media sosial agar berita atau informasi tetap berimbang,” ujar Bayu.
Kepala Laboratorium Komunikasi FISIP Uniska MAB Ahmad Yazid Imani, M.Sos menyebut kunjungan tersebut membuka wawasan mahasiswa tentang dunia jurnalistik secara menyeluruh.
“Kunjungan belajar kali ini sangat membuka wawasan mahasiswa di bidang jurnalistik, khususnya tahapan produksi media cetak dan online. Banyak generasi pelajar sekarang mempelajari informasi lewat teknologi digital semata sehingga hanya menjadi konsumen berita,” katanya.
Ia berharap mahasiswa Ilmu Komunikasi mampu memahami proses produksi berita secara utuh sehingga dapat meningkatkan kualitas serta validitas informasi yang dibagikan di media sosial.
Editor : Nurhidayat