RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melakukan evaluasi terhadap pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di kawasan Jalan Lingkar, Kelurahan Batulicin, Kecamatan Batulicin.
Lokasi pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp20 miliar itu dinilai kurang strategis untuk pusat layanan masyarakat karena tidak berada di kawasan keramaian.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif mengatakan hasil evaluasi menunjukkan MPP seharusnya dibangun di lokasi yang mudah diakses dan menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Karena MPP harus di pusat keramaian dan strategis,” ujarnya.
Pembangunan MPP di Jalan Lingkar sendiri dimulai pada masa pemerintahan Bupati Zairullah Azhar pada 2024.
Gedung tersebut dirancang memiliki dua lantai lengkap dengan fasilitas penunjang seperti area parkir, pusat UMKM, hingga fasilitas umum dan sosial.
Meski lokasi dinilai kurang ideal, Andi Rudi memastikan pembangunan gedung tetap akan dilanjutkan secara bertahap agar tidak terbengkalai.
“Pembangunannya pasti tetap dilanjutkan. Kami tidak akan membiarkan mangkrak,” katanya.
Sementara menunggu keputusan lebih lanjut, layanan MPP untuk sementara dipindahkan ke kawasan Pasar Harian Niaga Bersujud, Kecamatan Simpang Empat.
Pemerintah daerah memanfaatkan bekas bangunan Rumah Oleh-Oleh Bersujud sebagai pusat layanan terpadu sementara.
Bangunan dua lantai tersebut dibagi sesuai fungsi. Lantai pertama digunakan untuk Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), sedangkan lantai kedua disiapkan khusus untuk pelayanan MPP.
Di bagian bawah bangunan, ruang display kini telah diisi berbagai produk unggulan daerah seperti Tenun Pagatan dan aneka produk UMKM lokal lainnya.
Selain itu, Andi Rudi juga mengungkapkan rencana pembangunan MPP permanen baru di kawasan pusat perkotaan. Namun, lokasi pastinya masih dirahasiakan.
“Kalau kita sebutkan di mana, harga tanah nanti naik duluan,” ujarnya sambil tersenyum.
Editor : Eddy Hardiyanto