Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Air Kiriman dari Hulu Picu Luapan Sungai di Asam-Asam, Sejumlah Rumah Tergenang

Norsalim Yahya • Minggu, 10 Mei 2026 | 14:28 WIB
TERGENANG: Salah satu pemukiman warga di Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong yang mulai tergenang luapan air sungai pada Minggu (10/5/2026). (Foto : Grup KSB Datu Bungur untuk Radar Banjarmasin)
TERGENANG: Salah satu pemukiman warga di Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong yang mulai tergenang luapan air sungai pada Minggu (10/5/2026). (Foto : Grup KSB Datu Bungur untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu di Kabupaten Tanah Laut (Tala) memicu kenaikan debit air sungai di Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong.

Akibatnya, sejak Minggu (10/5/2026) dini hari, air mulai meluap dan merendam sejumlah titik pemukiman warga.

Kenaikan air dilaporkan warga sekitar pukul 00.14 Wita. Air kiriman dari kawasan hulu mengalir ke hilir dan menyebabkan sungai meluap, terutama di kawasan Asam-Asam Kampung yang berada di dataran rendah dekat bantaran sungai.

Empat rukun tetangga (RT) yang menjadi langganan banjir kembali terdampak, yakni RT 1, RT 6, RT 7, dan RT 10. Di RT 6 yang berada persis di bantaran sungai, sebagian besar jalan lingkungan sudah terendam air sejak pagi.

Meski demikian, mayoritas rumah warga masih relatif aman karena berbentuk rumah panggung, meskipun beberapa mulai tergenang.

Sementara itu, di RT 1 dan RT 10, genangan air mulai memasuki halaman rumah warga. Bahkan, beberapa rumah dilaporkan lantainya sudah terendam. Meski begitu, akses jalan lingkungan di kedua RT tersebut masih dapat dilalui kendaraan.

Kepala Desa Asam-Asam, Abdul Muhid, mengatakan kondisi banjir hingga Minggu pagi masih relatif terkendali. “Secara umum masih terkendali. Memang ada beberapa rumah yang lantainya mulai tergenang, tapi belum begitu parah,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, wilayah permukiman di dataran rendah dekat sungai memang menjadi titik paling rawan terdampak setiap kali terjadi luapan air.

Selain faktor kiriman dari pegunungan, kondisi pasang air laut juga turut memperlambat aliran air menuju hilir.

“Sejak tengah malam hingga sekitar pukul 12.00 Wita, air laut pasang, sehingga aliran air ke laut melambat dan genangan belum cepat surut,” jelasnya.

Pihak desa berharap genangan air dapat segera berkurang seiring surutnya air laut dan membaiknya kondisi cuaca. “Mudah-mudahan siang ini air mulai turun dan cuaca juga membaik,” pungkas Muhid. (sal).

Editor : Sutrisno
#Banjir #Tanah Laut