RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI - Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mulai menerapkan sistem zonasi untuk pengisian BBM subsidi jenis Bio Solar di sejumlah SPBU. Langkah ini dilakukan untuk mengatur antrean sekaligus memastikan distribusi solar subsidi lebih tertib dan tepat sasaran.
Wilayah pengisian dibagi menjadi tiga zona utama berdasarkan kecamatan asal kendaraan.
Zona Pertama meliputi Kecamatan Limpasu, Batang Alai Timur, Batang Alai Selatan, dan Batang Alai Utara. Pengisian diarahkan ke SPBU Tilang Ilung, Mandingin, Jalan Tol, dan Sungai Rangas dengan kuota masing-masing 169 kendaraan.
Sementara Zona Kedua mencakup Kecamatan Batu Benawa, Barabai, dan Hantakan. Kendaraan dari wilayah ini melakukan pengisian di SPBU Mandingin, Gambah, Kapuh, dan Balanti dengan kuota 196 kendaraan per SPBU.
Adapun Zona Ketiga meliputi Kecamatan Pandawan, Haruyan, Labuan Amas Selatan, dan Labuan Amas Utara. Pengisian dilakukan di SPBU Sungai Rangas, Walangku, Balanti, dan Durian Gantang dengan kuota sekitar 171 kendaraan.
Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko mengatakan setiap wilayah diminta menunjuk koordinator wilayah (korwil) untuk mengatur kendaraan selama proses antrean dan pengisian berlangsung.
“Setiap wilayah diminta menunjuk koordinator wilayah untuk mengatur kendaraan yang melakukan pengisian BBM subsidi,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Selain pembagian zona, pemerintah juga menetapkan sejumlah aturan bagi para sopir dan pemilik kendaraan. Mulai dari kewajiban kendaraan dan pengemudi terdaftar dalam database, hingga keharusan kendaraan luar daerah melapor kepada korwil sebelum melakukan pengisian.
Pengemudi juga diminta menjaga ketertiban parkir selama antrean berlangsung agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat sekitar SPBU.
Di lapangan, masih ditemukan sejumlah kendala. Salah satunya banyak sopir belum memiliki barcode subsidi BBM atau barcode yang digunakan tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Sopir Truk HST, Yayan, mengaku pihaknya terus mengimbau anggota Persatuan Sopir Truk Kabupaten Barabai (PSTKB) segera melengkapi barcode masing-masing agar proses pengisian Bio Solar lebih mudah.
“Sebelumnya sudah kami beri imbauan agar anggota mengurus barcode masing-masing supaya bisa mengisi Bio Solar,” katanya.
Ia menegaskan, pihak koordinator hanya membantu secara sukarela apabila ada sopir yang kesulitan mengurus barcode dan tidak ada pelayanan khusus dalam proses tersebut.
Editor : Eddy Hardiyanto