Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Barcode Tak Sesuai Nopol ! Sejumlah Truk Gagal Isi Bio Solar di HST

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Minggu, 10 Mei 2026 | 08:29 WIB
MONITORING: Polres HST dan Pertamina Patra Niaga monitoring penyaluran BBM Subsidi di HST.
MONITORING: Polres HST dan Pertamina Patra Niaga monitoring penyaluran BBM Subsidi di HST.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI – Pengawasan distribusi BBM subsidi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) diperketat. Polres HST bersama Tim Pertamina Patra Niaga Banjarmasin turun langsung memantau penyaluran Bio Solar di dua SPBU, yakni SPBU Mandingin Kecamatan Barabai dan SPBU Kasarangan Kecamatan Labuan Amas Utara, Jumat (8/5/2026) sore.

Monitoring dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan aman, tertib, tepat sasaran, serta bebas dari potensi penyalahgunaan.

Dari hasil pengecekan di lapangan, stok BBM di SPBU Mandingin tercatat masih aman dengan ketersediaan Bio Solar sebanyak 8.000 liter, Pertamax 13.966 liter, dan Dexlite 6.808 liter.

Sementara di SPBU Kasarangan, stok Bio Solar juga tersedia 8.000 liter. Selain itu, terdapat Pertalite 19.834 liter, Pertamax 15.595 liter, dan Pertamina Dex 4.430 liter.

Dalam pengawasan tersebut, tim Pertamina meminta pengelola SPBU memperketat proses penyaluran Bio Solar subsidi agar tidak terjadi pengisian berulang maupun penyalahgunaan oleh kendaraan yang tidak sesuai aturan.

Petugas juga menemukan sejumlah pengemudi belum memiliki barcode subsidi BBM. Bahkan, ada kendaraan yang menggunakan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan sehingga pengisian BBM subsidi ditolak sistem.

Menariknya, tim Pertamina langsung membantu sopir yang belum memiliki barcode agar dapat segera melakukan pendaftaran sesuai ketentuan.

Meski pengawasan diperketat, kondisi antrean di dua SPBU tersebut masih terpantau normal. Tidak ditemukan panic buying ataupun gangguan distribusi di lapangan.

Saat ini, Kabupaten Hulu Sungai Tengah memiliki 12 SPBU dan sembilan di antaranya melayani penyaluran BBM subsidi jenis Bio Solar.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon melalui Kasubsi PIDM Aipda M Husaini menegaskan, pengawasan dilakukan sebagai bentuk sinergi Polri, Pertamina, dan instansi terkait untuk memastikan subsidi BBM benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.

“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi khususnya Bio Solar berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Pihaknya memastikan pengawasan akan terus dilakukan guna mencegah praktik penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat mematuhi aturan penggunaan BBM subsidi serta melengkapi barcode sesuai data kendaraan agar pelayanan di SPBU berjalan lancar dan tertib,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Barcode #Nopol #truk #Bio Solar #HST