KARANG INTAN – Sebanyak 17 mahasiswa Magister Farmasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Sabtu (9/5).
Kegiatan tersebut didampingi enam dosen yang terdiri dari dosen koordinator lapangan serta Koordinator Program Studi Magister Farmasi ULM, Prof Dr apt Sutomo SSi MSi.
Prof Sutomo mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program berkelanjutan yang akan terus dilaksanakan oleh Program Studi Magister Farmasi ULM, terlebih angkatan saat ini merupakan angkatan pertama program magister tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi salah satu bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Ke depan dosen dan mahasiswa akan terus terlibat dalam proses pengabdian. Di sini kami memberikan informasi penting dari hasil riset dosen, mahasiswa hingga narasumber eksternal yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, terutama di bidang kesehatan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan obat-obatan alami dan berbagai produk kesehatan berbasis bahan lokal.
Salah satu mahasiswa Magister Farmasi ULM, Nely Rizka Yuninda, memperkenalkan produk kombucha bunga telang yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan SCOBY atau bakteri dengan campuran rebusan teh, gula, bunga telang maupun bunga rosela selama tujuh hingga 14 hari.
Menurut Nely, minuman tersebut memiliki manfaat untuk melancarkan pencernaan, mengandung antioksidan untuk menangkal radikal bebas, serta probiotik alami bagi tubuh.
“Untuk pemula cukup satu sendok teh karena rasanya cukup asam. Jika sudah terbiasa bisa hingga 250 mililiter per hari,” jelasnya.
Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan produk bedak dingin khas Kalimantan Selatan, Sari Bengkoang, yang telah memiliki izin BPOM dan tersedia dalam varian serbuk putih maupun butiran padat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat dapat memanfaatkan potensi bahan lokal menjadi produk kesehatan bernilai ekonomi sekaligus mendukung kesehatan masyarakat.
Editor : Nurhidayat