RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Dunia kesehatan internasional memberikan panggung kehormatan bagi kearifan lokal Kalimantan. Ns. Hamka, M.Kep., RN., WOC(ET)N, dosen Program Studi Keperawatan FKIK Universitas Lambung Mangkurat (ULM), terpilih menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam ajang bergengsi WCET–NSWOCC 2026 Joint Congress di Vancouver, Kanada, yang berlangsung pada 24–28 April 2026 tadi.
Pria asal Banjarbaru ini mengukir prestasi langka dengan terpilih sebagai salah satu dari 13 perawat terbaik di dunia yang menerima beasiswa Norma N. Gill Foundation (NNGF) Scholarship.
Beasiswa internasional ini hanya diberikan kepada belasan tenaga kesehatan terpilih dari total ribuan anggota World Council of Enterostomal Therapists (WCET) yang tersebar di 55 negara.
Tak sekadar hadir, Ners Hamka mencuri perhatian forum ilmiah internasional melalui presentasi riset bertajuk "Integrating Faith, Culture, and Care: The Banjar Experience in Amputation Prevention Using Ambaratan Leaf Healing".
Dalam sesi tersebut, ia memperkenalkan khasiat daun ambaratan atau tanaman endemik Kalimantan yang digunakan masyarakat Suku Banjar secara turun-temurun untuk menyembuhkan luka diabetes dan mencegah amputasi.
"Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tapi kebanggaan ULM, Kalimantan, dan seluruh perawat Indonesia," ujar Ners Hamka.
Ia membuktikan bahwa solusi tantangan kesehatan global bisa ditemukan dalam kearifan lokal dan spiritualitas budaya.
Kepercayaan dunia internasional terhadap pendiri NCI Centre Indonesia ini semakin kuat saat ia ditunjuk sebagai International Delegate Indonesia.
Dalam upacara pembukaan, Hamka didaulat membawa Bendera Merah Putih dalam Parade of Nations bersaing dengan delegasi dari puluhan negara lainnya.
Sebagai delegasi resmi, ia juga memiliki hak suara penuh dalam voting program kerja Presiden WCET pada Annual Member Meeting yang dihadiri perwakilan dari 33 negara.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak universitas. Jajaran pimpinan mulai dari Ketua Jurusan Keperawatan Dr. Herawati, Dekan FKIK, hingga Rektor ULM memberikan dukungan penuh atas pencapaian ini.
Prestasi ini dinilai memperkuat visi ULM sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis lingkungan lahan basah yang berdaya saing global.
Rekam jejak Hamka di level internasional memang sudah teruji. Selain aktif mengelola enam cabang NCI Centre di Indonesia, namanya juga tercatat sebagai penulis dalam International Ostomy Guideline edisi kedua tahun 2021.
Editor : Arief