Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banua Recycle Center Belum Optimal Olah Sampah ! Komisi III DPRD Banjarmasin Dorong Tambahan Mesin

Endang Syarifuddin • Jumat, 8 Mei 2026 | 14:11 WIB
PILAH SAMPAH: Rombongan Komisi III DPRD Kota Banjarmasin ketika sidak operasional pengolahan sampah di Banua Recycle Center (BRC), Jumat (8/5/2026).
PILAH SAMPAH: Rombongan Komisi III DPRD Kota Banjarmasin ketika sidak operasional pengolahan sampah di Banua Recycle Center (BRC), Jumat (8/5/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Persoalan sampah di Kota Banjarmasin masih jauh dari kata selesai. Kapasitas pengolahan di Banua Recycling Center (BRC) dinilai belum mampu mengimbangi tingginya volume sampah harian yang terus menumpuk.

Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD Kota Banjarmasin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke BRC, Jumat (8/5/2026). Dari hasil peninjauan, fasilitas tersebut baru mampu mengolah sekitar 10 ton sampah per hari. Bahkan, satu dari dua mesin pengolah yang tersedia masih dalam kondisi rusak dan menjalani perbaikan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar mengatakan sidak dilakukan untuk melihat langsung operasional BRC sekaligus mengevaluasi kemampuan pengolahan sampah di lokasi tersebut.

“Hari ini kami melihat langsung bagaimana operasional BRC. Ada dua mesin standby, tetapi satu masih dalam perbaikan,” ujarnya.

Menurut Ridho, kapasitas pengolahan yang ada saat ini masih jauh dari kebutuhan Kota Banjarmasin. Ia berharap BRC dapat meningkatkan kemampuan pengolahan hingga dua sampai tiga kali lipat agar mampu membantu menekan persoalan darurat sampah.

“Kita berharap kapasitasnya tidak hanya 10 ton per hari. Kalau bisa mencapai 20 sampai 30 ton per hari tentu sangat membantu mengurangi volume sampah kota,” katanya.

Selain keterbatasan mesin, Komisi III juga menemukan proses pemilahan sampah di BRC belum berjalan optimal. Keterbatasan alat dan tenaga kerja menjadi kendala utama di lapangan.

Karena itu, DPRD berencana segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin guna mencari solusi peningkatan kapasitas pengolahan sampah.

“Kami akan komunikasikan dengan DLH, termasuk kemungkinan penambahan alat dan SDM supaya kapasitas pemilahan sampah di sini bisa meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PALD Banjarmasin sekaligus pengelola BRC, Endani mengakui fasilitas pengolahan yang ada saat ini memang masih memerlukan banyak penguatan.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan Komisi III yang langsung meninjau ke lapangan. Memang kami membutuhkan atensi agar pengolahan sampah di sini bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Menurut Endani, kebutuhan utama BRC saat ini bukan hanya tambahan mesin, tetapi juga dukungan sumber daya manusia dan teknologi pendukung.

“Saat ini ada sekitar 20 pekerja dengan dua mesin. Idealnya ada tambahan dua mesin lagi supaya total empat mesin bisa bekerja secara simultan,” jelasnya.

Ia berharap ke depan BRC dapat berkembang menjadi pusat utama pengolahan sampah Kota Banjarmasin, bahkan konsep serupa bisa diterapkan di setiap kecamatan untuk memperkuat penanganan sampah secara menyeluruh.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Banua Recycle Center #DPRD Banjarmasin #komisi iii #Sampah