Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jenazah KH Husin Nafarin Dimakamkan di Masjid Syuhada Balangan

M Dirga • Rabu, 6 Mei 2026 | 16:21 WIB
Gdhs
PENGHORMATAN TERAKHIR: Jemaah mulai memadati kawasan Masjid Syuhada, Kabupaten Balangan, lokasi pemakaman KH Husin Nafarin.(Foto: M Dirga/Radar Banjarmasin)
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Jenazah ulama kharismatik Kalimantan Selatan sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, almarhum KH Husin Nafarin, dijadwalkan akan dikebumikan di kompleks pemakaman Masjid Syuhada, Desa Hujan Mas, Kecamatan Paringin, Rabu (6/5) sore.
 
Pantauan di lapangan menunjukkan gelombang kedatangan ratusan jemaah sudah mulai memadati kawasan Masjid Syuhada sejak siang hari. Mereka datang dari berbagai wilayah untuk memberikan penghormatan terakhir sembari menunggu kedatangan rombongan jenazah yang sedang dalam perjalanan menuju Balangan.
 
Ketua MUI Balangan, KH Muhammad Yusuf mengonfirmasi bahwa sebelum tiba di Paringin, jenazah almarhum telah melalui serangkaian prosesi salat jenazah di dua lokasi berbeda.
 
“Tadi sudah dilaksanakan salat kifayah setelah Zuhur di Masjid Jami Banjarmasin. Kemudian, prosesi serupa kembali dilaksanakan setelah salat Asar di Ponpes Rakha Amuntai,” ujar KH Muhammad Yusuf.
 
Pemilihan lokasi pemakaman di kompleks Masjid Syuhada bukan tanpa alasan. Selain karena nilai sejarah masjid tersebut, lokasi ini merupakan tempat peristirahatan terakhir yang mendekatkan almarhum dengan akar keluarganya.
 
Berdasarkan penuturan kerabat dekat, KH Husin Nafarin merupakan ulama yang lahir dan tumbuh besar di Balangan. Jejak intelektualnya dimulai saat ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai, sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan ke Banjarmasin.
Almarhum kemudian bertolak ke Mesir untuk mendalami studi Islam di Universitas Al-Azhar. 
 
Sepulangnya dari Negeri Seribu Menara tersebut, ia mengabdikan diri di Banjarmasin sebagai akademisi dan ulama hingga dipercaya menakhodai MUI Kalimantan Selatan.
 
Saat berita ini ditulis, rombongan pembawa jenazah dilaporkan telah bertolak dari Amuntai menuju titik lokasi pemakaman. Gema doa dan lantunan ayat suci Al-Qur'an terus berkumandang di sekitar Masjid Syuhada dari para jemaah yang bersiap mengantarkan sang ulama ke tempat peristirahatan terakhirnya.
 
Editor : Fauzan Ridhani
#KH Husin Naparin meninggal dunia #masjid syuhada #Pemakaman #Kabupaten Balangan #paringin