Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Perkuat Pertahanan Banua, Markas Kodam Lambung Mangkurat Lima Lantai Mulai Dibangun

Sheilla Farazela • Rabu, 6 Mei 2026 | 15:24 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi memulai pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) Lambung Mangkurat melalui pemancangan tiang pertama di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Rabu (6/5/2026). (Sheilla Farazela/ Radar Banjarmasin)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi memulai pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) Lambung Mangkurat melalui pemancangan tiang pertama di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Rabu (6/5/2026). (Sheilla Farazela/ Radar Banjarmasin)
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru– Langkah nyata penguatan pertahanan di gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dimulai. Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, menghadiri langsung prosesi pemancangan tiang pertama (groundbreaking) pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Kota Banjarbaru, Rabu (6/5).
 
Pembangunan markas ini bukan sekadar urusan barak militer. Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menegaskan bahwa peningkatan status dari Korem menjadi Kodam di Kalsel merupakan kebutuhan organisasi yang mendesak untuk merespons dinamika geopolitik.
 
"Pembangunan Kodam ini adalah perintah langsung dari Bapak Kasad dan Panglima TNI. Wilayah Kalsel memiliki nilai strategis yang sangat tinggi sebagai penyangga ibu kota. Dengan adanya Kodam, koordinasi pertahanan akan jauh lebih efektif dan responsif," ungkap jenderal bintang tiga tersebut.
 
Selain aspek keamanan, Wakasad menyoroti dampak ekonomi bagi masyarakat Banua. Kehadiran ribuan personel nantinya diharapkan menghidupkan UMKM dan menciptakan multiplier effect bagi kesejahteraan warga di sekitar Banjarbaru. 
 
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas sinergi dan hibah lahan ini," tambahnya.
 
Sementara itu, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah baru bagi daerah. Pembangunan Kodam Lambung Mangkurat dinilai menjadi simbol penguatan kehadiran negara sekaligus peningkatan sistem pertahanan di daerah.
 
“Selama ini, Kalimantan Selatan masih berada dalam kendali wilayah militer yang terpusat di luar provinsi. Dengan hadirnya Kodam, efektivitas kendali teritorial dan koordinasi lintas sektor akan semakin meningkat,” ungkapnya.
 
Ia menambahkan, Pemprov Kalsel memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut, baik dari sisi kebijakan, fasilitas, maupun sinergi lintas sektor. Pembangunan ini juga diyakini memberikan dampak luas, tidak hanya bagi pertahanan, tetapi juga bagi aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
 
Di sisi teknis, proyek strategis ini ditopang oleh anggaran jumbo sebesar Rp 280 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M. Yasin Toyib, menjelaskan bahwa pembiayaan dilakukan melalui skema kolaborasi lintas sektor.
 
"Sesuai arahan Pak Gubernur, kita bagi rata 50:50. Sebesar Rp 140 miliar dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan Rp 140 miliar sisanya merupakan gabungan dari Pemprov Kalsel serta pemerintah kabupaten/kota," jelas Yasin.
 
Gedung yang dirancang setinggi lima lantai di atas lahan seluas 10 hektar ini akan mengusung konsep modern dengan tetap mempertahankan sentuhan kearifan lokal.
 
"Targetnya fisik bangunan selesai di 2027. Karena pada rentang 2027 hingga 2028, Kodam ini sudah harus diresmikan dan mulai operasional secara mandiri," pungkas Yasin.
 
Markas Kodam baru ini juga direncanakan mengusung konsep ramah lingkungan yang terintegrasi dengan kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, menjadikannya salah satu markas militer paling modern di Indonesia.
Editor : Arif Subekti
#lambung mangkurat #banjarbaru #Kalimantan Selantan #Kodam