Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ini Wasiat KH Husin Naparin Sebelum Wafat

Zulvan Rahmatan • Rabu, 6 Mei 2026 | 13:30 WIB
Almarhum KH Husin Nafarin semasa hidup (Dok Keluarga)
Almarhum KH Husin Nafarin semasa hidup (Dok Keluarga)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Wafatnya KH Husin Naparin tak hanya menyisakan duka. 

 

Semasa dirawat intensif di rumah sakit, almarhum sempat menyelipkan wasiat kepedulian dan nasihat yang harus diingat warga Kalimantan Selatan.

 

Anak angkat KH Husin Naparin, Gusti Taufiqqurahman, mengungkapkan pesan terakhir almarhum sebelum kehilangan kesadaran hingga wafat.

 

Ia menyebut, almarhum sempat berpesan agar masyarakat harus banyak berbuat baik dan terus menuntut ilmu, memperbanyak mengikuti pengajian.

 

“Beliau berpesan bahwa perbanyak berbuat baik, kita diminta rajin menuntut ilmu dan aktif mengikuti pengajian,” ujarnya. Rabu (6/5/2026).

 

Selain itu, almarhum juga menitipkan harapan agar kondisi daerah tetap aman dan kondusif, khususnya di Banua tercinta.

 

“Beliau berharap daerah kita tetap aman. Juga berpesan kepada anak-anak muda agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk hal-hal yang bermanfaat, apalagi melihat dunia yang sudah tua,” tambahnya.

 

Almarhum juga berwasiat terkait penyediaan fasilitas untuk masyarakat.

 

Menurutnya, almarhum pernah berpesan agar apabila memiliki rezeki lebih, dibuatkan ambulan yang nyaman untuk ulama dan masyarakat.

 

“Beliau pernah berpesan, kalau ada dana lebih, agar dibuatkan ambulan yang senyaman mungkin untuk ulama dan masyarakat. Bahkan beliau menyebut mobil yang terbaik dan nyaman,” tuturnya.

 

Taufiq menyebut, wasiat tersebut telah direalisasikan, tepat setelah KH Husin Naparin keluar dari RSUD Ulin Banjarmasin pada Januari 2026 lalu.

 

Ambulan itu pun digunakan untuk mengantar almarhum dalam perjalanan terakhirnya.

 

“Alhamdulillah wasiat beliau sudah terlaksana. Tadi beliau juga diantar menggunakan ambulan tersebut ke Masjid Jami nantinya juga sampai Balangan,” tambah Taufiq.

 

Baginya, hal itu menjadi bentuk terkabulnya harapan almarhum untuk bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.

 

“Semoga ambulanà ini bisa terus dimanfaatkan untuk masyarakat luas,” cetusnya.

 

KH Husin Naparin wafat di usia 78 tahun, sekitar pukul 8.10 Wita setelah menjalani perawatan intensif di RS Islam Sultan Agung Banjarbaru sejak dua pekan yang lalu.

 

Kondisinya sempat membaik dan diperbolehkan pulang. Tak bertahan lama, tepat tiga hari yang lalu, KH Husin Naparin kembali dilarikan ke RS yang sama.

 

“Hari Minggu masuk setelah ashar kemudian kondisinya menurun. Beliau meninggal dalam keadaan tenang pukul 8.10, namun observasi dokter memastikan pukul 8.30,” ungkapnya.

 

Taufiq sendiri kerap mendampingi almarhum selama perawatan bersama istri KH Husin Naparin, Hj. Unaizah Hanafie.

 

Menurutnya, KH Husin Naparin mengidap sejumlah penyakit yang dinilai wajar karena kondisi umur yang sudah uzur yakni jantung dan gula darah.

 

“Beliau cukup kuat, selama 10 tahun terakhir beliau menyandang itu,” kata Taufiq.

 

Ia mohon doa untuk seluruh jemaah dan masyarakat Kalimantan Selatan. “Semoga almarhum mendapat rahmat dan diberikan kelancaran sampai prosesi pemakaman,” ucap Gusti Taufiq.

 

Warga, kerabat hingga pejabat datang melakukan takziah dan melaksanakan salat fardhu kifayah sekaligus salat zuhur di Masjid Jami.

 

Saat ini, jenazah sedang dalam perjalanan menuju Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) di Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU) untuk di salat fardhu kifayah lagi.

 

Di sana, almarhum dikenal sebagai Ketua Umum Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Rakha Amuntai serta sosok ulama yang berpengaruh dalam pembinaan generasi santri di daerah tersebut.

 

Setelah itu, jenazah akan dibawa lagi ke Desa Kalahiang, Paringin, Balangan untuk dikebumikan di kampung halaman asalnya.

 

“Beliau memang asli Balangan, sesuai wasiat minta makamkan di sana, berdekatan dengan makan ayah dan ibunya,” pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
#RSUD Ulin Banjarmasin #Balangan #wafat