Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

IKA UII Kalsel Soroti Keadaan Ekonomi

Zulvan Rahmatan • Selasa, 5 Mei 2026 | 14:46 WIB
Ketua IKA UII Kalsel, Widya Ais Sahla Karsayuda menyoroti keadaan ekonomi yang belum dalam keadaan baik. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
Ketua IKA UII Kalsel, Widya Ais Sahla Karsayuda menyoroti keadaan ekonomi yang belum dalam keadaan baik. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Indonesia (UII) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti keadaan ekonomi yang dinilai belum dalam keadaan baik.

Sejumlah isu ekonomi turut mencuat, seperti pengurangan transfer daerah, nilai mata uang rupiah yang semakin melemah dan melejitnya harga BBM mendorong IKA UII Kalsel harus tancap gas membantu pembangunan.

Ketua IKA UII Kalsel, Widya Ais Sahla Karsayuda, menilai kondisi tersebut akan berdampak signifikan, termasuk bagi daerah seperti Kalsel.

Ia optimistis IKA UII Kalsel dapat mengambil peran mendorong pembangunan melalui ekonomi mikro, meski dimulai dari langkah kecil.

“Kami tetap optimis IKA UII bisa berperan. Sekecil apa pun itu, kita bisa berkontribusi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya, setalah dilantik bersama 48 pengurus IKA UII Kalsel lainnya di Mahligai Pancasila Banjarmasin. Selasa (5/5/2026).

Sebagai langkah konkret, pihak juga membahas potensi ekonomi dan investasi, khususnya di daerah dalam kegiatan seminar saat itu.

Menurutnya, investasi kini menjadi ruang yang menarik minat kalangan muda, khususnya Generasi Z agar fokus memahami pentingnya investasi sejak dini.

“Temanya memang mengarah ke digitalisasi, dengan fokus pada anak-anak muda. Bagaimana mereka bisa memanfaatkan platform digital untuk mulai belajar berinvestasi,” jelasnya.

“Ke depan, kita ingin mengarahkan investasi ini juga berdampak pada pembangunan daerah, khususnya Kalsel,” imbuhnya.

Ia menilai, literasi investasi di kalangan masyarakat masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, masih banyak yang tertarik berinvestasi namun belum memiliki pemahaman yang cukup.

“Selama ini kita lihat minat investasi tinggi, tapi pengetahuan masih rendah. Ini yang sering membuat masyarakat rentan menjadi korban penipuan,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengebut sejumlah program kerja yang ditargetkan selesai dalam tiga bulan ke depan. 

Salah satu program tersebut, mendorong keberadaan IKA UII Kalsel bisa berdampak terhadap peningkatan perekonomian daerah.

Wakil Ketua II DPP IKA UII, M Rifqinizamy Karsayuda berharap IKA UII Kalsel dapat terus menunjukkan kinerja, meski dimulai dengan progres yang tidak terlalu besar.

Ia menilai, IKA UII Kalsel memiliki susunan sumber daya manusia yang cukup lengkap untuk memberikan kontribusi kepada daerah.

“Mereka cukup lengkap, terdiri dari sejumlah angkatan. Disiplin ilmi dan profesi ada jadi kita harap bisa memberikan kontribusi nyata bagi Banua,” sampainya.

Ia juga meminta agar pembangunan di bidang agraria bisa jauh lebih produktif.

Dikatakannya, terdapat lebih dari 100 ribu hektare lahan di Kalsel yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Ia menilai, pemanfaatan lahan tersebut tidak cukup hanya berhenti pada penerbitan sertifikat semata, melainkan perlu ditindaklanjuti dengan pengelolaan yang produktif.

“Saya mengajak IKA UII Kalsel bisa memberikan tambahan dampak terhadap program pemerintah itu. Jangan hanya menyerahkan sertifikat, tapi juga memikirkan tanah tersebut akan dimanfaatkan untuk apa,” imbuhnya.

Editor : M Oscar Fraby
#IKA UII #Investasi #Kalsel #ekonomi