RADAR BANJARMASIN.JAWA POS, BARABAI – Polemik penutupan jalur pendakian Gunung Halau-Halau di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus memanas. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Rudinor menegaskan pihaknya tidak pernah menetapkan penutupan secara permanen.
“Pokdarwis tidak pernah mengeluarkan keputusan penutupan permanen,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Di sisi lain, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporbudpar Ekraf) Kabupaten HST masih menelusuri kebenaran informasi tersebut.
Kepala Disporbudpar Ekraf, Ramadlan telah turun langsung ke kawasan Hinas Kiri untuk meminta klarifikasi kepada masyarakat adat setempat.
“Tim kami sudah ke lapangan untuk memastikan informasi ini, termasuk berkoordinasi dengan masyarakat adat,” jelasnya.
Ia menyayangkan jika penutupan benar dilakukan tanpa melibatkan Pemerintah Daerah. Menurutnya, selama ini penutupan kawasan wisata biasanya terjadi karena kegiatan adat dan dilakukan melalui koordinasi resmi.
“Kalau benar ditutup tanpa koordinasi, tentu kami sangat menyayangkan,” tegasnya.
Pemerintah daerah kini berencana menggelar musyawarah bersama seluruh pihak, mulai dari masyarakat adat, Pokdarwis, hingga instansi terkait, guna mencari solusi terbaik.
Di tengah polemik ini, para pendaki berharap jalur menuju Gunung Halau-Halau dapat segera dibuka kembali.
“Kami berharap ada solusi. Kami ingin bisa mendaki lagi,” ujar salah satu pendaki, Muradi.
Editor : Eddy Hardiyanto