RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengakselerasi penanganan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih pada 2026. Sejumlah proyek strategis disiapkan dengan total anggaran lebih dari Rp8 miliar.
Saat ini, fokus masih pada penyusunan Detail Engineering Design (DED) oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Mengacu data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) LKPP, ada tiga paket pekerjaan yang disiapkan.
Pertama, pembangunan saluran air lindi yang terintegrasi dengan drainase air hujan dengan anggaran Rp4,52 miliar.
Kedua, peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), kolam wetland, serta sumur pantau senilai Rp3,31 miliar.
Ketiga, pembangunan pagar di area belakang TPAS dengan anggaran Rp174,5 juta.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Banjarmasin, Hendra Maulana, mengatakan perencanaan masih dimatangkan bersama konsultan dan pemerintah kota.
DED awal telah disusun berdasarkan hasil survei lapangan, namun masih direvisi untuk penyempurnaan.
“Masih kami bahas intensif, termasuk menerima masukan dari Wali Kota,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia menargetkan finalisasi DED rampung pada 28 Juni 2026 sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Menurutnya, proyek ini menjadi langkah penting untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah, khususnya penanganan air lindi yang selama ini menjadi perhatian.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyebut 21 dari 22 temuan di TPAS Basirih telah dituntaskan.
Kini, tersisa satu pekerjaan krusial: optimalisasi IPAL.
“Fokus kita tinggal IPAL. Air lindi wajib diolah, tidak boleh langsung dibuang ke lingkungan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sistem pengolahan dirancang ketat. Air lindi dialirkan melalui drainase khusus berlapis geomembran dan pelindung beton agar tidak meresap ke tanah.
Selanjutnya, air ditampung di buffer zone sebelum dipompa ke instalasi pengolahan hingga memenuhi baku mutu lingkungan.
“Ini limbah yang berpotensi mencemari. Harus diolah sampai aman sebelum dilepas,” jelasnya.
Dengan hanya satu poin tersisa, Pemko Banjarmasin optimistis seluruh persoalan di TPAS Basirih bisa dituntaskan tahun ini.