BANJARBARU — PT Pamapersada Nusantara kembali menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dan pendidikan melalui pendampingan dua sekolah binaan menuju program Adiwiyata Nasional.
Hal itu diwujudkan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan assessment calon sekolah Adiwiyata di SDN 2 Guntung Manggis dan SDIT Cendekia, Senin (4/5). Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, HPAI Banjarbaru, serta SDN 5 Guntung Manggis yang sebelumnya telah meraih predikat Adiwiyata Nasional.
Kegiatan diikuti kepala sekolah, dewan guru, ketua komite, serta wakil ketua komite yang mewakili orang tua murid di masing-masing sekolah.
Ketua HPAI Banjarbaru, Daryanta mengatakan pendampingan ini bertujuan memperkuat kesiapan sekolah sebelum mengikuti penilaian Adiwiyata secara berjenjang.
Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Manruni menjelaskan pemerintah telah memiliki petunjuk teknis yang jelas terkait penilaian Adiwiyata.
“Juknisnya sudah ada, jadi sekolah tinggal menyiapkan terutama data dukung. Kriteria dan daya dukung harus dilengkapi agar saat dimasukkan ke aplikasi Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) berjalan lancar. Mudah-mudahan tahun ini bisa masuk Adiwiyata nasional dan berikutnya menuju Adiwiyata mandiri,” ujarnya.
“Tahun ini kami kembali mendukung sekolah yang ingin maju ke Adiwiyata. Jika berhasil ke tingkat nasional tentu menjadi kebanggaan bersama,” katanya.
Ia menambahkan, sebelum bimtek dilaksanakan, pihaknya lebih dulu melakukan assessment lapangan untuk melihat kebutuhan sekolah. Hasilnya akan menjadi dasar dukungan sarana dan prasarana yang diperlukan.
Kepala SDN 2 Guntung Manggis, Aini Murliah Setyani, mengatakan program ini sejalan dengan visi sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.
“Yang utama adalah membentuk karakter anak didik agar mencintai lingkungan sekitar,” ujarnya.
Senada, Kepala SDIT Cendekia, Sulastri menyebut sekolahnya baru pertama kali mengikuti program Adiwiyata tingkat kota dan menargetkan bisa melaju hingga tingkat nasional bahkan mandiri.
“Dukungan PAMA sangat membantu, baik sarana prasarana maupun pendampingan teknis. Kami ingin menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini kepada siswa,” ungkapnya.