RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mulai putar strategi besar. Armada pengangkut sampah yang menua dan lonjakan harga bahan bakar jadi alarm serius bagi keuangan daerah.
Kepala DLH Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengungkapkan rencana peremajaan armada kini tengah disiapkan. Total ada 15 unit yang diusulkan, terdiri dari 10 truk konvektor dan 5 truk arm roll.
Namun, realisasi pengadaan ini masih menunggu kekuatan anggaran serta persetujuan berbagai pihak.
“Sekitar 50 persen dari 83 armada yang kita miliki sudah tua. Bahkan ada yang digunakan sejak 2008. Ini jelas tidak efisien lagi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Kondisi tersebut berdampak langsung pada biaya operasional yang terus membengkak, terutama konsumsi bahan bakar jenis Dexlite yang harganya melonjak tajam.
DLH pun mengambil langkah cepat. Konsumsi BBM armada yang sebelumnya mencapai 40 liter per hari kini ditekan menjadi 25 liter.
Meski begitu, para sopir masih mengusulkan tambahan menjadi 30 liter agar operasional tetap optimal.
“Kalau bisa hemat 15 liter per truk, dikalikan 83 armada, potensi penghematan bisa tembus miliaran Rupiah. Bahkan lebih dari Rp8 miliar per tahun,” jelas Tezar.
Sebagai kompensasi, DLH Banjarmasin mempertimbangkan penyesuaian upah harian pengemudi sebesar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu.
Namun, Tezar mengakui langkah efisiensi ini belum cukup. Perawatan armada hingga pengaturan jadwal servis juga menjadi fokus pembenahan.
Di sisi lain, DLH juga mendorong optimalisasi kembali TPA Basirih. Jika berhasil difungsikan, biaya operasional dipastikan bisa ditekan karena tidak perlu lagi bolak-balik ke TPAS Banjarbakula di Banjarbaru.
“Kalau TPA Basirih bisa difungsikan lagi, efisiensi akan jauh lebih terasa,” tambahnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Pemko Banjarmasin untuk menekan pemborosan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kebersihan kota.
Editor : Eddy Hardiyanto