RANTAU – Proyek perbaikan Jalan Datu Aling belum sepenuhnya melaju ke tahap lelang. Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas PUPR masih melakukan review administrasi, termasuk menghitung dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap pelaksanaan pekerjaan.
Kepala Dinas PUPR Tapin, Yustan Azidin, menegaskan bahwa saat ini pihaknya berhati-hati agar proyek berjalan sesuai perencanaan tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Jadi jalan Datu Aling masih berproses secara administrasi. Kami review kembali, apakah ada dampak kenaikan BBM sekarang ini,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, setelah proses evaluasi tersebut rampung, tahapan berikutnya akan langsung masuk ke proses lelang.
“Setelah review selesai, akan segera kita laksanakan lelang,” tambahnya.
Meski proyek fisik belum dimulai, PUPR Tapin mengaku telah melakukan penanganan sementara di lapangan. Langkah ini dilakukan agar ruas jalan tersebut tetap bisa dilalui masyarakat, mengingat kondisinya selama ini cukup dikeluhkan.
“Untuk sementara ini ada penanganan agar bisa dilewati para pengendara,” jelasnya.
Sebelumnya, proyek peningkatan Jalan Datu Aling akan dikerjakan tahun ini. Pemerintah daerah berharap tidak ada kendala berarti sehingga pekerjaan fisik dapat segera dilaksanakan.
Ruas jalan sepanjang kurang lebih 2,2 kilometer itu nantinya akan ditingkatkan dengan pengaspalan hingga lapisan hotmix. Anggaran yang disiapkan pun tidak sedikit, mencapai Rp8 miliar dalam satu tahun anggaran.
“Estimasi pekerjaan sekitar satu bulan, tergantung kondisi di lapangan. Tapi secara keseluruhan tetap dalam satu tahun anggaran,” kata Yustan.
Ia juga kembali menegaskan bahwa Jalan Datu Aling merupakan salah satu jalur strategis di wilayah Rantau. Selain menjadi akses masyarakat, jalan tersebut juga berfungsi sebagai penghubung alternatif dari Jalan Bypass menuju Pasar Rantau.
“Karena itu kita pastikan penanganannya benar-benar matang. Ini prioritas, tapi juga harus tepat perencanaan,” tegasnya.
Dengan masih dilakukannya review, masyarakat kini menaruh harapan agar proses lelang tidak kembali molor, sehingga perbaikan jalan yang dinanti bisa segera terealisasi tahun ini.
Editor : Arif Subekti