Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tugu Nol Kilometer Pelaihari Dipermak, Siap Jadi Landmark Baru Tanah Laut

Norsalim Yahya • Minggu, 3 Mei 2026 | 13:54 WIB
LANDMARK BARU : Tugu nol kilometer Pelaihari yang berada di sekitaran RTH Pasar Lama Pelaihari yang bakal segera direvitalisasi oleh DPRKPLH Tala. (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)
LANDMARK BARU : Tugu nol kilometer Pelaihari yang berada di sekitaran RTH Pasar Lama Pelaihari yang bakal segera direvitalisasi oleh DPRKPLH Tala. (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Tugu bundaran di kawasan Pasar Lama Pelaihari atau nol kilometer bakal direvitalisasi. Penataan ulang ini ditujukan untuk memperbaiki tampilan kawasan sekaligus mempertegas identitas kota di simpang utama yang padat aktivitas.
 
Posisinya yang berdekatan dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Nol Kilometer dan permukiman warga membuat kawasan ini dinilai perlu ditata lebih rapi dan menarik. Selama ini, titik tersebut menjadi salah satu wajah pertama yang dilihat pengguna jalan yang melintas di pusat kota.
 
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala telah menyiapkan desain baru tugu dengan mengangkat unsur lokal. Kepala DPRKPLH Tala, Gusti Dwi Erzandi Kasuma, menyebut bagian puncak tugu akan mengadopsi elemen dari logo “Fantastic Tanah Laut”.
 
Selain itu, desain juga memasukkan siluet anggrek bulan sebagai simbol flora khas, dipadukan dengan elemen balanga serta ornamen ombak dan karang yang mencerminkan karakter wilayah pesisir Bumi Tuntung Pandang.
 
Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar lima bulan. Selama itu, arus lalu lintas di sekitar bundaran akan mengalami penyesuaian karena sebagian jalur ditutup. DPRKPLH melibatkan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Polres Tala, dan Dinas Perhubungan untuk mengatur rekayasa lalu lintas.
 
Penataan juga menyasar jaringan utilitas. Koordinasi dilakukan dengan PLN, Telkom, dan pihak terkait lainnya agar tidak terjadi gangguan selama pekerjaan berlangsung.
 
Selain memperbaiki tampilan, tugu ini juga difungsikan sebagai pembatas arus kendaraan di kawasan Pasar Lama yang menjadi jalur menuju Pantai Takisung. Penataan diharapkan membuat kawasan lebih tertib dan aman.
 
“Kami berharap masyarakat ikut mendukung proses pembangunan, termasuk menjaga kebersihan dan kondisi tugu setelah selesai dibangun,” tutupnya.
Editor : Arif Subekti
#Tanah Laut #Bundaran #pasar lama #Pelaihari #Tugu