Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Guru Kabupaten Banjar Borong Juara di Hardiknas Kalsel, Ini Strategi di Baliknya

M Fadlan Zakiri • Minggu, 3 Mei 2026 | 13:37 WIB
Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menerima penghargaan Buku Peta Kompetensi GTK Kalsel pada puncak Hardiknas 2026 di Banjarbaru, Sabtu (2/5). (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menerima penghargaan Buku Peta Kompetensi GTK Kalsel pada puncak Hardiknas 2026 di Banjarbaru, Sabtu (2/5). (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,  Banjarbaru - Kabupaten Banjar tampil mencolok pada ajang Semarak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat Kalimantan Selatan. 

Dominasi ini terlihat dari raihan juara di level pengawas hingga guru. Mereka berhasil menyabet posisi terbaik di berbagai kategori.

Pada kategori pengawas, Syamsuwal Qomar meraih Terbaik 1 Pengawas PAUD, Any Fairianti Terbaik 1 Pengawas Dikdas, dan Rif’ah Radhiyati Terbaik 3 Pengawas Dikdas. 

Sementara di kategori guru, Tiara Annisa Novianti meraih Terbaik 1 Guru PNF Implementasi Koding dan KA Arniansyah serta Maulida Hayati masing-masing meraih Terbaik 2 pada kategori implementasi pembelajaran mendalam untuk jenjang dikdas dan PAUD.

Capaian ini tidak berdiri sendiri. Di saat yang sama, Kabupaten Banjar juga mulai memperkuat arah kebijakan peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pemanfaatan Buku Peta Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kalimantan Selatan.

Buku tersebut diterima oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Ajidin Nor, yang mewakili kepala dinas, dalam puncak peringatan Hardiknas di Aula BGTK Kalsel, Sabtu (2/5).

Menurut Ajidin, dokumen tersebut akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembinaan guru yang lebih terarah dan berbasis data.

“Dokumen ini akan kami manfaatkan sebagai dasar pemetaan kekuatan serta kebutuhan pengembangan guru di Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Ia menilai, prestasi yang diraih para guru dan pengawas merupakan indikator bahwa transformasi pendidikan di Kabupaten Banjar mulai menunjukkan hasil. 

Namun, tambah Ajidin, capaian tersebut tetap perlu dijaga melalui strategi pembinaan yang lebih sistematis.

Dengan adanya peta kompetensi, lanjutnya, pemerintah daerah dapat melakukan sinkronisasi data dan menyusun program peningkatan kapasitas guru secara lebih tepat sasaran.

“Kemenangan ini bukan sekadar piala, tetapi bukti bahwa transformasi pendidikan di Kabupaten Banjar berjalan ke arah yang tepat,” katanya.

Ke depan, kata Ajidin, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menargetkan capaian serupa dapat terus ditingkatkan melalui pembinaan yang berbasis kebutuhan riil di lapangan, seiring pemanfaatan peta kompetensi sebagai instrumen utama kebijakan.

“Dengan peta kompetensi ini, kami ingin memastikan pembinaan guru lebih terarah dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan,” pungkasnya.

Editor : Arif Subekti
#hardiknas #Kalsel #penghargaan #kabupaten banjar