Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lomba Menangkap Itik Alabio dengan Mata Tertutup Berlangsung Seru dan Diwarnai Gelak Tawa, Jadi Arena Hiburan Rakyat di Momen Hari Jadi ke-74 Kabupate

M Akbar Radar Banjarmasin • Minggu, 3 Mei 2026 | 11:45 WIB
KOCAK:Lomba menangkap itik dengan mata tertutup mengundang pecah tawa penonton yang hadir usai puncak Harjad HSU ke-74 tahun 2026, Sabtu (2/5/2026).(Foto:M Akbar/Radar Banjarmasin) 
KOCAK:Lomba menangkap itik alabio dengan mata tertutup mengundang pecah tawa penonton yang hadir usai puncak Harjad HSU ke-74 tahun 2026, Sabtu (2/5/2026).(Foto:M Akbar/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI - Suasana lapangan di Amuntai berubah riuh saat lomba tangkap itik Alabio dengan mata tertutup digelar, Sabtu (2/5/2026). Bukan sekadar lomba biasa, ajang ini justru dipenuhi momen kocak ketika peserta salah arah, bahkan kerap “menangkap angin”.

Dengan mata tertutup rapat, peserta harus mengandalkan insting untuk memburu itik yang lincah berlarian. Tantangan itu membuat jalannya lomba penuh drama sekaligus gelak tawa penonton.

Panitia lomba, drh Komang Agus menjelaskan aturan utama yang menjadi kunci keseruan. Peserta diwajibkan menutup mata menggunakan masker agar tingkat kesulitan meningkat.

“Kalau mata terbuka tentu lombanya gampang dan kurang seru. Di situ letak tantangannya,” ujarnya.

Ia menambahkan lomba ini terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga masyarakat umum. 

Adapun hadiah yang diperebutkan berupa itik hasil tangkapan peserta serta sejumlah hadiah menarik yang telah disiapkan panitia.

Berbagai kategori dipertandingkan, mulai dari tangkap tercepat, terbanyak, hingga terberat. Namun, bukan hasil akhir yang paling mencuri perhatian, melainkan proses saat peserta berusaha mengejar itik tanpa bisa melihat.

“Seru sekali. Tingkah peserta saat mencari itik itu bikin suasana makin hidup,” ujar Khairullah, warga Amuntai yang ikut menyaksikan.

Camat Amuntai Tengah, Yudi Rifani bahkan ikut meramaikan dengan menurunkan tim. Ia menilai lomba tersebut mampu menghadirkan hiburan sekaligus mempererat kebersamaan warga. “Kegiatannya seru dan ramai,” katanya singkat.

Di balik keseruannya, lomba ini juga menjadi cara mengenalkan itik Alabio sebagai ternak khas daerah. Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sengaja memilih komoditas lokal tersebut agar lebih dekat dengan masyarakat.

Bupati HSU H Sahrujani menyebut, lomba seperti ini tidak hanya soal hiburan, tetapi juga ruang kebersamaan warga. “Ini ajang yang menyatukan masyarakat dalam suasana santai dan meriah,” ujarnya.

Sepanjang lomba, tawa penonton nyaris tak berhenti. Ada peserta yang berputar-putar tanpa arah, ada pula yang hampir menangkap itik, tetapi akhirnya meleset di detik terakhir. Itik Alabio yang berhasil ditangkap peserta jadi hadiahnya. Panitia juga memberikan souvenir sebagai hadiah tambahan. 

Momen-momen itulah yang membuat lomba tangkap itik Alabio bukan sekadar kompetisi, melainkan hiburan rakyat yang benar-benar hidup di tengah masyarakat.

Editor : Fauzan Ridhani
#lomba tangkap itik alabio #mata tertutup #Hari Jadi #Amuntai #Kabupaten Hulu Sungai Utara