Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Penurunan Kemiskinan Signifikan, Sinergi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan

Rasidi Fadli • Kamis, 30 April 2026 | 17:55 WIB

 

 Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin
Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin

RANTAU – Unda Absori, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), memaparkan capaian dan strategi penanganan kemiskinan dalam Rapat Koordinasi TKPKD Tahun 2026, Kamis (30/4/2026).

Dalam laporannya sebelum pembukaan resmi oleh Bupati Tapin, Unda Absori menegaskan bahwa tren penurunan angka kemiskinan di Tapin menunjukkan hasil yang menggembirakan.

“Persentase penduduk miskin pada tahun 2025 tercatat sebesar 2,91 persen. Ini menjadi capaian signifikan dalam lima tahun terakhir dan menempatkan Tapin sebagai daerah dengan angka kemiskinan terendah kedua di Kalimantan Selatan, bahkan di bawah rata-rata nasional,” ujarnya.

Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem juga berhasil ditekan hingga 0,10 persen, sesuai target nasional yang telah ditetapkan.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari pendekatan terpadu lintas sektor yang terus diperkuat oleh pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.

Ia menjelaskan, strategi penanggulangan kemiskinan di Tapin difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui program bantuan sosial, jaminan kesehatan, pendidikan, dan keagamaan, dengan realisasi anggaran mencapai 95 hingga 100 persen.

Kedua, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan kerja, penempatan tenaga kerja, pengembangan UMKM, serta penguatan sektor pertanian dan perikanan.

Ketiga, mengurangi kantong-kantong kemiskinan dengan memperluas akses layanan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, perumahan layak huni, air minum, sanitasi hingga infrastruktur dasar.

“Program pembangunan rumah tidak layak huni telah terealisasi 100 persen. Begitu juga peningkatan akses jalan, air minum layak, serta layanan pendidikan dan kesehatan yang terus kita optimalkan,” jelasnya.

Unda Absori juga menekankan pentingnya peran TKPKD sebagai motor penggerak koordinasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring program penanggulangan kemiskinan di daerah.

Rapat koordinasi ini sendiri dilaksanakan selama satu hari, bertempat di Aula Perencanaan Kantor Bappelitbang Tapin, dan diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, camat, BPJS, Baznas, hingga tenaga ahli dan staf khusus bupati.

Melalui forum ini, diharapkan sinergi dan konsolidasi antar pihak semakin kuat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tapin.

Editor : Muhammad Rizky
#Pemkab Tapin