Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemkab Tapin Perkuat Sinergi, Target 0 Persen Kemiskinan Ekstrem Dikejar

Rasidi Fadli • Kamis, 30 April 2026 | 17:00 WIB
Pemerintah Kabupaten Tapin
Pemerintah Kabupaten Tapin

 

RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin terus menggenjot upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem. Hal itu ditegaskan Bupati Tapin H Yamani saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), Kamis (30/4/2026) di Aula Bappelitbang Tapin.

Dalam arahannya, Yamani menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor tanpa ego sektoral. Seluruh pihak diminta bergerak bersama, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, hingga pemangku kepentingan lainnya.

“Penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus integratif, holistik, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, capaian penurunan angka kemiskinan di Tapin menunjukkan tren positif. Pada 2024 sebesar 3,33 persen, turun menjadi 2,91 persen di 2025. Sementara kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,10 persen.

“Ini hasil kerja bersama. Saya apresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi,” ujarnya.

Meski demikian, tantangan masih cukup besar. Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 tahun 2025, masih terdapat 3.398 keluarga masuk kategori miskin ekstrem di Tapin.

Pemerintah Kabupaten Tapin
Pemerintah Kabupaten Tapin

 

Untuk itu, Yamani meminta TKPKD segera melakukan langkah percepatan melalui strategi multiple intervensi yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Sejumlah program prioritas juga terus dijalankan, seperti pembangunan 1.000 rumah tidak layak huni setiap tahun, layanan berobat gratis cukup dengan KTP Tapin, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat dan bantuan sosial.

“Target kita jelas, 0 persen kemiskinan ekstrem. Ini bukan hanya target angka, tapi komitmen moral untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia juga mendorong keterlibatan pihak non-pemerintah, mulai dari dunia usaha melalui CSR, perguruan tinggi, hingga lembaga zakat seperti Baznas, untuk ikut berkontribusi dalam penanganan kemiskinan.

Selain itu, Yamani menekankan pentingnya validasi dan verifikasi data DTSEN agar benar-benar akurat. Peran kecamatan dan desa dinilai krusial dalam memastikan data tepat sasaran.

“Pastikan hanya warga yang berhak yang masuk dalam data. Kualitas data menentukan keberhasilan program,” jelasnya.

H Yamani mengajak seluruh elemen untuk memperkuat komitmen dan sinergi dalam percepatan penanganan kemiskinan ekstrem.

“TKPKD adalah kita semua. Mari bergerak bersama, agar Tapin semakin maju dan masyarakatnya sejahtera,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Rizky
#Pemkab Tapin