Punya Peran Penting, DKPPP Tabalong Masih Mengandalkan Penyuluh Swadaya di Sektor Pertanian
Ibnu Dwi Wahyudi• Jumat, 1 Mei 2026 | 14:36 WIB
WAWANCARA: Kepala Bidang Bina Penyuluhan, Rahman Effansyah. Foto : Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Kabupaten Tabalong saat ini masih mengandalkan petugas penyuluh lapang (PPL) swadaya untuk meningkatkan produksi pertanian.
Kepala Bidang Bina Penyuluhan, Rahman Effansyah mengatakan, keberadaan mereka sangat bermanfaat untuk mempercepat penyebaran informasi sektor pertanian dan menjadi teladan bagi petani lainnya.
Selain itu mereka juga membantu peran penyuluh berstatus aparatur sipil negara (ASN) yang sampai kini jumlahnya kurang di Tabalong.
"Untuk jumlah penyuluh swadaya ini sebanyak 95 orang," katanya, Jumat (1/5/2026).
Sementara penyuluh ASN ada sebanyak 68 orang, dengan jumlah desa dan kelurahan yang menjadi lokasi tugas mereka mencapai 121 desa dan 10 kelurahan.
Rahman Effendi menjelaskan, syarat pengangkatan penyuluh swadaya berdasarkan penjaringan yang dilakukan penyuluh ASN, melalui perannya dalam membantu meningkatkan produksi pertanian.
"Bahkan ilmu petani swadaya ini bisa lebih hebat dari penyuluh ASN, karena lebih berpengalaman. Tapi tetap dibutuhkan koordinasi," jelasnya.
Sebagian besar mereka berasal dari petani yang membudidayakan tanaman hortikultura.
Pengangkatan penyuluh lapang berdasarkan surat keputusan (SK) Kepala DKPPP Tabalong. Sementara insentif mereka dari Pemerintah Provinsi Kalsel, sebesar Rp400 ribu perbulan.
Rahman Effansyah sangat berharap, penyuluh swadaya ini mampu membina petani lain di desanya, melalui program demplot atau percontohan yang sering dilaksanakan pemerintah.