Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ingin Terang Sampai ke Pelosok, Pemkab Kotabaru Minta PLN Tuntaskan Listrik Desa Sebelum 2028

Jumain Radar Banjarmasin • Jumat, 1 Mei 2026 | 13:55 WIB
JEMPUT BOLA: Wabup Syairi Mukhlis diskusi dengan pihak manajemen PLN UID Kalselteng di Banjarbaru. (Foto: Prokopim Setda Kotabaru) 
JEMPUT BOLA: Wabup Syairi Mukhlis diskusi dengan pihak manajemen PLN UID Kalselteng di Banjarbaru. (Foto: Prokopim Setda Kotabaru) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Demi memastikan tidak ada lagi desa yang gelap, Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis memboyong sejumlah pengusaha menemui manajemen PLN UID Kalselteng di Banjarbaru. 

Pertemuan di Ruang Rapat Pangeran Hidayatullah Rabu (29/4) tersebut menjadi ajang tagih komitmen untuk pemerataan listrik di Bumi Saijaan. 

Kepada Radar Banjarmasin, Jumat (1/5) Syairi mengungkapkan, meski rasio elektrifikasi di Kotabaru sudah menyentuh angka 97,52 persen, sisa persentase kecil tersebut justru berada di titik-titik krusial yang sulit dijangkau.

"Dari 203 desa dan kelurahan, masih ada pekerjaan rumah di wilayah terpencil. Target kami, paling lambat 2028 seluruh wilayah sudah 100 persen teraliri listrik. Ini harga mati untuk mendukung iklim investasi," tegas Syairi.

Bukan tanpa alasan, ia membawa serta para investor dalam kunjungan kerja tersebut. Salah satu proyek raksasa yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan washing plant di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Kelumpang Tengah. 

Baginya, kepastian ketersediaan daya adalah kunci agar para pemodal tidak ragu menanamkan sahamnya di Kotabaru.

"Kebutuhan listrik menjadi pertimbangan utama investor. Kami ingin sinergi ini berjalan nyata, termasuk memperjuangkan APBN untuk wilayah daratan seperti Desa Limbur yang saat ini masih berproses," tambahnya.

Target ini juga mencakup wilayah kepulauan terluar seperti Pulau Sembilan, yang selama ini memiliki tantangan geografis cukup berat.

Menanggapi hal ini, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Kalselteng, Muhammad Ari Fikri, menyatakan kesiapannya mendukung lonjakan kebutuhan industri di Kotabaru. 

Namun, ia tidak menampik adanya kendala teknis yang masih harus diselesaikan di tingkat pusat, salah satunya terkait pengadaan tower transmisi.

"Kami sangat mendukung masuknya industri. Kebutuhan listrik pasti meningkat, namun tentu perlu proses survei lokasi dan koordinasi mendalam dengan investor untuk memastikan infrastrukturnya siap," jelas Ari Fikri.

Editor : Sutrisno
#Kotabaru #listrik #pln