RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai - Para sopir truk di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengadu ke anggota DPRD HST soal kelengkaan BBM bersubsidi jenis Bio Solar, Kamis (30/4/2026).
Mereka yang tergabung dalam Persatuan Sopir Truk Kabupaten Barabai (PSTKB) melayangkan beberapa aspirasi.
Pertama, soal transparansi dan alokasi, para sopir meminta DPRD memastikan setiap SPBU di HST menyalurkan jatah Bio Solar secara rutin minimal setiap 1 bulan sekali.
Selanjutnya standardisasi harga, para supir mendapatkan harga sesuai ketetapan pemerintah tanpa biaya tambahan atau pungutan liar di seluruh SPBU HST.
Lalu soal keamanan dan ketertiban, sopir memohon koordinasi dengan Polres HST untuk melakukan pengamanan di area SPBU guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi semua pihak.
Namun paling ditekankan dalam penyampaian aspirasi soal stok BBM dan harga jualnya. Temuan di lapangan, stok Bio Solar langka. Jika pun tersedia harganya tinggi hingga Rp8.000 per liter. Padahal HET hanya Rp6.800.
"Para sopir meminta agar harga jual Bio Solar kembali ke harga normal. Kemudian mereka minta agar keperluan BBM mereka terpenuhi minimal satu bulan sekali pengisian," kata koordinator sopir truk, Yayan.
Temuan ini dikuatkan oleh Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi dengan langsung mengisi BBM Bio Solar ke salah satu SPBU.
"Realisasi di lapangan tidak sesuai dengan fakta. Saya sendiri membawa truk untuk mengisi BBM dan membayar di atas harga HET," ujarnya.
Anggota DPRD lain, Salpia Riduan dengan lantang menyuarakan bahwa beberapa pengusaha SPBU di HST tidak terbuka. Sebab praktik di lapangan SPBU memprioritaskan para pelangsir ketimbang sopir angkutan.
"Ditambah yang hadir di rapat hari ini juga hanya suruhan direktur SPBU. Mereka tidak akan berani mengambil keputusan," cecarnya.
Setelah dialog cukup alot akhirnya beberapa SPBU di HST merima aspirasi yang diminta oleh para sopir.
Salah satu perwakilan SPBU Mandingin, Selamet mangatakan pihaknya terakhir menjual BBM Bio Solar pada bulan lalu.
Beberapa alasannya karena akan menimbulkan antrean yang cukup panjang. Sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu lalu lintas, karena letak SPBU ini berada di kota.
"Nah makanya gara-gara itu kami tidak membeli minyak. Tapi intinya kami siap memenuhi tuntutan para sopir. Tinggal diatur saja waktunya," tegasnya.
Wakapolres HST, Kompol Maturidi mengatakan, pihaknya siap mengawal pendistribusian Bio Solar ini agar lancar.
"Kami siap untuk menjaga kamtibmas nanti saat pendistribusiannya," pungkasnya.
Editor : Sutrisno