Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jembatan Pulau Laut Ditarget Rampung 2028 ! Anggaran Tembus Rp 6,1 Triliun

Jumain Radar Banjarmasin • Kamis, 30 April 2026 | 11:15 WIB
SERIUS: Focus Group Discussion (FGD) seluruh pemangku kepentingan progres Jembatan Pulau Laut, Rabu (29/4/2026).
SERIUS: Focus Group Discussion (FGD) seluruh pemangku kepentingan progres Jembatan Pulau Laut, Rabu (29/4/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN - Harapan masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya di pesisir Kotabaru dan Tanah Bumbu, untuk memiliki jembatan bentang panjang di atas Selat Laut kini kian mendekati kenyataan.

Proyek strategis yang menghubungkan daratan utama Kalimantan dengan Pulau Laut itu terus digenjot. Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di site proyek PT PP di Tanah Merah, Rabu (29/4/2026), seluruh pemangku kepentingan memastikan pembangunan tetap berada di jalur yang telah ditetapkan.

Nilai proyek ini tak main-main. Hingga tahap fungsional, total anggaran mencapai Rp6,14 triliun. Pendanaannya berasal dari kolaborasi APBN dan APBD, melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemkab Kotabaru, dan Pemkab Tanah Bumbu.

Pembangunan yang dimulai sejak 2024 ditargetkan rampung dan beroperasi pada akhir 2028. Progres di lapangan pun terus diawasi ketat agar tidak melenceng dari jadwal.

Tim Ahli Gubernur Kalsel, Fajar, menyampaikan pesan tegas agar seluruh kontraktor menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan.

“Ini investasi besar negara. Jangan sampai ada kendala signifikan. Target fungsional akhir 2028 adalah harga mati,” tegasnya.

Untuk memastikan transparansi, laporan progres proyek wajib disampaikan secara berkala kepada Pemprov Kalsel, Pemkab Kotabaru, dan Pemkab Tanah Bumbu.

Bupati Kotabaru yang turut meninjau lokasi menegaskan, jembatan sepanjang 6,4 kilometer ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kunci pembuka pertumbuhan ekonomi baru.

“Ini urat nadi ekonomi. Wisatawan ke Kotabaru terus meningkat, tapi masih terkendala antrean feri dan biaya penyeberangan. Jembatan ini akan menjawab itu,” ujarnya.

Senada, Sekda Kotabaru Eka Safrudin menilai kehadiran jembatan akan menghapus keterisolasian wilayah. Akses 24 jam tanpa bergantung pada jadwal feri diyakini mampu mempercepat distribusi barang dan menekan biaya logistik.

“Dampaknya besar. Harga kebutuhan bisa lebih stabil dan daya saing ekonomi masyarakat meningkat,” jelasnya.

Urgensi proyek ini semakin kuat setelah Jembatan Pulau Laut masuk dalam 10 program prioritas Gubernur Kalimantan Selatan dalam RPJMD 2025–2029.

Editor : Eddy Hardiyanto
#ditarget #Jembatan Pulau Laut #rampung