Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pertumbuhan Pariwisata Menunjukkan Tren Positif Menjaga Keseimbangan, Mendorong Pertumbuhan

admin • Kamis, 30 April 2026 | 09:03 WIB
Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti, S.T., M.T.
Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti, S.T., M.T.

 

Oleh:  Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti, S.T., M.T.

(Kepala Badan Perencaanaan Pembangunan Provinsi Kalsel)

Seberapa optimis kita menghadapi tantangan ekonomi di tengah ketidakpastian konflik global yang begitu dinamis? Sebagai kepala tim perencana yang bertanggung jawab dalam menyusun rencana dan target pembangunan, saya meyakini Kalsel masih memiliki daya tahan yang cukup kuat.

Ini bukan asumsi atau prediksi, tapi analisis berbasis data dengan membaca tren berdasarkan pemodelan yang telah diperhitungkan. Berdasarkan data dan angka dari BPS Kalsel, dalam beberapa tahun terakhir perekonomian Kalsel menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang fluktuatif.

Secara kuantitatif, pertumbuhan ekonomi Kalsel pada 2025 berada pada kisaran 5,22 persen. Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di bawahnya. Data ini menegaskan bahwa struktur ekonomi daerah masih memiliki daya tahan, meskipun dihadapkan pada ketidakpastian gejolak geopolitik global.

Namun, harus diakui, struktur ekonomi Kalsel masih ditopang sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi sekitar 30 persen. Tentu saja ketergantungan terhadap sektor ekstraktif ini menjadi tantangan sekaligus titik kritis dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.

Dalam perspektif fiskal daerah, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih sangat dipengaruhi oleh kinerja sektor-sektor berbasis sumber daya alam. Hal ini mengindikasikan bahwa ruang fiskal daerah belum sepenuhnya terdiversifikasi.

Karena itu, optimalisasi potensi PAD ke depan perlu diarahkan pada penguatan sektor jasa dan perdagangan, peningkatan nilai tambah industri pengolahan, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Langkah ini menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap volatilitas komoditas, sekaligus memperluas basis penerimaan daerah secara berkelanjutan.

Kabar gembiranya, pertumbuhan pariwisata di Kalsel bersama bisnis penopangnya menunjukkan tren positif. Kunjungan dan traffic perjalanan wisata ke Kalsel mampu mengerek pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang tahun 2025, di saat komoditas pertambangan mengalami defisit.

Potensi pariwisata ini semakin besar dengan hadirnya Geopark Meratus yang memiliki nilai jual tinggi sebagai wisata berbasis keanekaragaman hayati. Pariwisata juga menggerakkan dan mendorong efek ekonomi lanjutan dalam sektor perdagangan dan jasa.

Selain pariwisata, transformasi ekonomi Kalsel juga tidak dapat dilepaskan dari pengembangan kawasan strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kawasan industri.

Pengalaman berbagai wilayah menunjukkan bahwa KEK mampu menciptakan dampak berganda melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasok industri.

Dalam konteks Kalsel, penguatan kawasan industri berbasis hilirisasi sumber daya alam menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Lebih jauh, posisi Kalsel dalam rantai pasok global sebenarnya cukup strategis, terutama pada komoditas unggulan seperti batu bara, kelapa sawit, serta produk turunannya.

Namun tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mendorong transformasi dari ekonomi berbasis sumber daya (alam) menuju ekonomi berbasis nilai tambah. Artinya, ekspor tidak lagi didominasi bahan mentah, tetapi produk olahan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Ke depan, arah pembangunan ekonomi Kalsel harus difokuskan pada tiga strategi utama. Pertama, diversifikasi ekonomi melalui pengembangan industri pengolahan dan sektor non-ekstraktif. Kedua, optimalisasi PAD berbasis inovasi dan kolaborasi. Ketiga, penguatan konektivitas dan integrasi dalam rantai pasok global melalui pengembangan kawasan industri dan KEK.

Dengan demikian, Kalsel tidak hanya mampu menjaga stabilitas pertumbuhan, tetapi juga melakukan lompatan transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dalam kerangka perencanaan pembangunan daerah, data dan angka bukan sekadar indikator kinerja, melainkan dasar dalam merumuskan arah kebijakan yang adaptif, progresif, dan berorientasi masa depan. 

Editor : Muhammad Rizky
#Pertumbuhan Pariwisata #Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti #Kepala Badan Perencaanaan Pembangunan Provinsi Kalsel #Tren Positif