Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Harga Minyak Goreng di Banjarbaru Meroket, Disperindag Banjarbaru Pastikan Stok Aman

Sheilla Farazela • Rabu, 29 April 2026 | 15:20 WIB
Kondisi perdagangan di banjarbaru (Sheilla/ radar Banjarmasin,)
Kondisi perdagangan di banjarbaru (Sheilla/ radar Banjarmasin,)
 
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS
COM, BANJARBARU – Tren kenaikan harga minyak goreng di pasaran mulai dikeluhkan warga Kota Banjarbaru. 
 
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarbaru mengonfirmasi adanya kenaikan tersebut, namun meminta masyarakat tidak panik karena ketersediaan stok dipastikan masih mencukupi.
 
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Banjarbaru, Roshida, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini merupakan imbas dari kombinasi faktor domestik dan situasi geopolitik global. Dari sisi lokal, kendala distribusi dan membengkaknya biaya logistik menjadi pemicu utama.
 
"Kenaikan harga BBM berdampak langsung pada biaya transportasi. Selain itu, rantai distribusi yang didominasi pihak swasta membuat intervensi harga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah," ujar Roshida saat ditemui pada Rabu (29/4).
 
Tidak hanya faktor dalam negeri, gejolak di Timur Tengah juga memberikan tekanan pada pasar domestik. 
 
Roshida menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak mentah dunia yang mencapai hampir dua kali lipat berdampak signifikan pada harga minyak goreng di tanah air. Bahkan, komponen pendukung seperti harga plastik kemasan pun ikut terkerek naik.
 
Menanggapi isu kelangkaan Minyakita, Roshida mengakui sempat terjadi penurunan pasokan pada pekan lalu. Namun, ia memastikan distribusi kini sudah mulai mengalir normal kembali ke pedagang-pedagang pasar.
 
"Sempat berkurang minggu lalu, tapi sekarang distribusi sudah ditambah. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bulog, dan mereka memastikan stok minyak goreng, baik subsidi maupun premium, masih aman untuk kebutuhan masyarakat," tegasnya.
 
Selain komoditas minyak goreng, Disperindag juga memantau pergerakan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG). Saat ini, kenaikan harga menyasar pada kategori non-subsidi, seperti tabung ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.
 
Untuk LPG 3 kilogram (melon), Roshida menjamin harga di pangkalan resmi masih stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). 
 
"Kalau beli di pangkalan resmi, harga tetap stabil. Kami tidak menampik jika di tingkat pengecer harganya lebih tinggi, namun pantauan kami di titik distribusi utama masih terkendali," pungkasnya.
Editor : Arif Subekti
#disperindag #Minyak Goreng #banjarbaru #kenaikan harga bbm