Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Angkat Sektor Pariwisata, APDESI Tapin Dorong PADes dan Ekonomi Desa

Rasidi Fadli • Rabu, 29 April 2026 | 14:12 WIB
SEKTOR PARIWISATA: Para kepala desa yang ada di Kabupaten Tapin gelar pertemuan rutin.
SEKTOR PARIWISATA: Para kepala desa yang ada di Kabupaten Tapin gelar pertemuan rutin.
 
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Rapat koordinasi Forum Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Cabang Kabupaten Tapin yang digelar di kawasan wisata air Sirang Pitu, Desa Miawa, Kecamatan Piani,  mengangkat tema penguatan sektor pariwisata desa.
 
Tema tersebut menitikberatkan pada upaya peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
 
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapin, Rahmadi, mengatakan bahwa sejumlah desa di Tapin memiliki potensi wisata yang cukup besar, terutama di wilayah Kecamatan Piani.
 
“Memang ada beberapa desa yang memiliki potensi wisata, khususnya di Piani. Ini yang perlu kita dorong dan kembangkan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026) diwawancarai diruangan.
 
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Kunci utamanya justru terletak pada pelayanan dan pengelolaan yang baik.
 
“Tidak perlu investasi besar, cukup bagaimana memberikan layanan yang baik dan mengelola dengan tepat. Orang datang itu untuk melepas penat,” jelasnya.
 
Ia menambahkan, potensi wisata di Tapin tidak hanya terbatas pada wisata alam, tetapi juga wisata religi yang tersebar di sejumlah desa.
 
“Wisata religi di Tapin juga cukup banyak. Ini perlu dikembangkan dan dikemas dengan baik agar bisa memberikan nilai ekonomi bagi desa,” katanya.
 
Rahmadi menilai, jika dikelola secara optimal, sektor pariwisata desa akan berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
 
“Minimal UMKM di desa bisa bergerak, menjual produk, dan membantu menambah penghasilan keluarga,” tambahnya.
 
Sebagai contoh, ia menyebut pengelolaan wisata religi Datu Qabul di Desa Baulin, Kecamatan Candi Laras Selatan, yang dinilai sudah tertata dengan baik.
 
“Di sana pengelolaannya sudah bagus. Parkir tertata, UMKM berjalan, dan kawasan wisatanya juga diatur dengan baik. Ini menjadi contoh positif,” ungkapnya.
 
Rahmadi menegaskan, pengembangan wisata desa kini tinggal bagaimana mengemas potensi yang ada agar lebih menarik minat pengunjung.
 
“Tinggal bagaimana kita mengemasnya supaya orang mau datang. Ini tentu perlu kerja sama semua pihak serta pembinaan dari dinas terkait,” pungkasnya.
Editor : Arif Subekti
#Wisata #Tapin #Rantau #kepala desa