RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Gerbang utama SDN Binjai Punggal, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, mendadak tertutup rapat pada Rabu (29/4/2026) pagi. Sekolah disegel oleh ahli waris pemilik lahan yang memasang pagar kayu dan spanduk sebagai bentuk protes.
Aksi ini bukan tanpa alasan. Konflik ternyata sudah berlangsung puluhan tahun, sejak sekolah tersebut berdiri pada 1982 di atas tanah warga yang dihibahkan dengan sejumlah kesepakatan.
Perwakilan keluarga pemilik lahan, Fauzi, mengungkapkan salah satu syarat hibah saat itu adalah adanya komitmen untuk mengangkat anggota keluarga menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sambil menunggu kejelasan, keluarga tersebut diberi peran sebagai penjaga sekolah dengan status honorer.
“Sudah tiga generasi menjaga sekolah, tapi tidak pernah ada kejelasan soal pengangkatan PNS. Bahkan, terakhir hanya digaji Rp150 ribu per bulan,” ujarnya.
Menurut Fauzi, upaya penyelesaian sempat dilakukan pada 2013 melalui kesepakatan tertulis. Dalam perjanjian itu, ada tiga opsi yang disepakati: pembayaran ganti rugi lahan, pengangkatan menjadi PNS, atau pengembalian tanah jika keduanya tidak dipenuhi.
Namun hingga kini, keluarga mengaku hanya menerima janji tanpa realisasi, meski telah beberapa kali berganti kepemimpinan di Dinas Pendidikan.
Berbagai upaya komunikasi juga telah ditempuh, mulai dari tingkat kecamatan, DPRD, hingga unsur Muspika. Namun, tak ada solusi konkret yang didapat.
Kekecewaan yang menumpuk selama 44 tahun akhirnya memicu aksi penyegelan. Kini, pihak keluarga menegaskan hanya menuntut satu hal: kepastian pembayaran lahan.
“Kami sudah tidak berharap lagi soal PNS. Bahkan P3K pun sebenarnya cukup. Sekarang kami hanya minta tanah ini dibayar,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan dikabarkan akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan koordinasi dan mencari solusi atas persoalan yang berlarut-larut ini.
Editor : Eddy Hardiyanto