RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Layanan kesehatan komprehensif bagi lanjut usia (lansia) di RSUD Ulin Banjarmasin diproyeksikan semakin diperhatikan dan berkembang.
Meski sudah memiliki Poliklinik Geriatri, sejumlah aspek dinilai masih perlu diperkuat, termasuk pelayanan kesehatan yang semakin ramah bagi lansia.
Langkah tersebut kembali dibahas melalui bimbingan teknis (bimtek) bersama perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan (Kalsel). Rabu (29/4/2026).
Wadir Medik dan Keperawatan, RSUD Ulin Banjarmasin, dr Agung Ary Wibowo menjelaskan, geriatri selama ini menjadi pelayanan khusus yang dijangkau. Namun kedepan, pelayanan yang diinginkan menjangkau pasien lansia.
“Misal pengambilan darah pasien geriatri tidak perlu mereka datang, tapi tim pengambil darah datang ke tempat geriatri,” ujarnya.
Selain pelayanan, fasilitas kepada pasien lansia juga akan dibenahi, termasuk desain tangga yang ramah dan tata letak poliklinik yang mudah diakses oleh para lansia.
“Kemajuan bukan hanya meningkatkan pelayanan, tapi bagaimana fasilitas dibuat ramah bagi para lansia,” jelas Agung.
Ia berharap, langkah pengembangan yang dicanangkan RSUD Ulin Banjarmasin dapat menjadi percontohan di Kalsel, meski diproyeksikan secara bertahap dan sesuai bimbingan Kemenkes yang terperinci.
“Kami ingin memberikan pelayanan geriatri yang baik, sehingga dapat mengampu rumah sakit lainnya di daerah,” harapnya.
Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kalsel, Sri Wahyuni menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi, berkoordinasi dan mensosialisasikan pengembangan layanan geriatri. Termasuk di 13 kabupaten/kota di Kalsel.
Ia menyebut, terdapat 53 RS di Kalsel baik milik pemerintah daerah maupun lembaga swasta. Sedangkan, 17 di antaranya sudah memiliki layanan geriatri.
Untuk itu, bimtek kali ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan oleh tenaga kesehatan (nakes) untuk memberikan layanan terbaik kepada kalangan lansia.
Sementara itu, perwakilan dari Tim Kerja Pengampuan, Direktorat Pelayanan Klinis, Kemenkes RI, Nurhefi menjelaskan bahwa upaya penguatan layanan geriatri dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan tersebut tidak hanya dilakukan oleh Kemenkes, tetapi juga melibatkan Dinkes provinsi hingga kabupaten/kota.
“Pembinaan ini tidak hanya dari Kemenkes, tetapi juga dari dinas kesehatan di daerah,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya saat ini tengah melakukan revisi terhadap pedoman pelayanan geriatri.
Pedoman tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan standar operasional prosedur (SOP) di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami sedang merevisi pedoman pelayanan geriatri, sehingga ke depan bisa menjadi rujukan dalam penyusunan SOP sesuai standar Kemenkes,” jelasnya.
Di sisi lain, Kemenkes juga menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi profesi untuk mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pendidikan di bidang geriatri.
“Diklat geriatri akan terus digiatkan agar tenaga kesehatan semakin siap dalam memberikan pelayanan,” tambahnya.
Melalui kegiatan bimbingan teknis yang dilaksanakan, diharapkan rumah sakit, khususnya di Kalsel, dapat mulai mengembangkan layanan geriatri secara optimal.
Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang mewajibkan seluruh rumah sakit pemerintah menyediakan pelayanan geriatri.
“Harapannya, setelah kegiatan ini, rumah sakit umum daerah di Kalsel bisa mulai memberikan pelayanan geriatri, sehingga lansia dapat terlayani dengan lebih baik,” pungkasnya.
Editor : Nurhidayat