RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Sebanyak 235 perempuan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta keluarga di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengikuti vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis pertama sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) HSS, Selasa (28/4/2026).
Sub Koordinator Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB HSS, H. Noryamin menjelaskan, vaksinasi HPV dilakukan dalam tiga tahap selama enam bulan.
“Hari ini adalah kegiatan vaksinasi untuk dosis pertama, dua bulan berikutnya vaksin dosis kedua, dan empat bulan berikutnya setelah dosis kedua akan vaksin dosis yang ketiga. Jadi ada tiga dosis dalam jangka 6 bulan,” jelasnya.
Ia juga memaparkan bahwa kanker leher rahim saat ini menjadi penyakit dengan jumlah penderita terbanyak kedua di Indonesia, setelah kanker payudara, yang menyerang kalangan perempuan.
“Pengidap kanker leher rahim berada di urutan kedua setelah kanker payudara yang terbanyak di Indonesia,” paparnya.
Sementara itu, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sendiri, H. Noryamin menyebutkan bahwa kasus kanker leher rahim mulai menunjukkan peningkatan.
“Tahun-tahun sebelumnya masih jarang, dan saat ini sudah mulai bermunculan di HSS,” tambahnya.
Menurutnya, kelompok usia yang rentan terkena kanker leher rahim adalah perempuan berusia 30 tahun ke atas, khususnya yang telah aktif secara seksual.
Untuk itu, upaya pencegahan melalui vaksinasi HPV dinilai lebih efektif jika dilakukan sebelum menikah atau sejak usia dini.
“Lebih efektif dilakukan sebelum menikah atau masih anak-anak. Dari usia 9–15 tahun dilakukan 2 dosis vaksin, dan kalau sudah usia 15 tahun ke atas sampai 60 tahun dilakukan 3 dosis vaksin,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno