Masih berada di bawah naungan Kodam XXII Tambun Bungai yang berpusat di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng); Kalimantan Selatan (Kalsel) akan memiliki Kodam sendiri.
****
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Kodam) di Kalimantan Selatan akan dimulai tahun ini.
Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mengalokasikan anggaran tahap pertama sebesar Rp50 miliar.
Selain itu, proses kontrak dengan penyedia jasa telah dilaksanakan, sehingga pembangunan fisik dapat segera dimulai dalam waktu dekat.
Saat ini, Dinas PUPR Kalsel masih menunggu konfirmasi jadwal seremoni peletakan batu pertama dari pihak Kodam. Meskipun demikian, secara administratif proyek tersebut telah siap dilaksanakan.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, menyampaikan bahwa berdasarkan surat Kesepakatan Bersama (KSB), total kebutuhan anggaran pembangunan Kodam diperkirakan mencapai sekitar Rp260 miliar.
“Sebesar Rp50 miliar dialokasikan pada tahun ini untuk pembangunan tahap pertama,” ujarnya.
Untuk menyelesaikan proyek hingga tahap akhir, pembiayaan dibagi antara Kementerian Pertahanan dan pemerintah daerah dengan komposisi masing-masing 50 persen. Kontribusi anggaran juga melibatkan 13 kabupaten/kota di Kalsel.
Sesuai dengan KSB antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, porsi anggaran yang menjadi tanggung jawab pemprov sebesar Rp66.360.856.500 dan hibah dari 13 kabupaten/kota sebesar Rp65.000.000.000.
Namun, untuk tahap awal, anggaran Rp50 miliar masih bersumber dari pemerintah provinsi. Diharapkan pada tahun berikutnya akan ada penambahan anggaran sesuai kebijakan pimpinan.
Terkait mekanisme pelaksanaan, pembangunan Kodam dilakukan dengan skema single-year, yaitu setiap tahap pembangunan diselesaikan dalam satu tahun anggaran, kemudian dilanjutkan ke tahap berikutnya sesuai ketersediaan dana.
“Untuk konsep bangunan, desain yang digunakan mengacu pada prototipe Kodam,” jelas Ryan.
Kompleks tersebut direncanakan memiliki beberapa massa bangunan utama, termasuk gedung markas setinggi lima lantai beserta fasilitas pendukung lainnya.
Adapun lokasi pembangunan berada di Kompleks Perkantoran Gubernur Kalsel dengan luas sekitar 10 hektare, tepatnya berseberangan dengan rencana kantor Dinas yang saat ini masih dimanfaatkan sebagai lapangan tembak oleh Kodam.
“Dengan kontrak yang telah berjalan, pembangunan fisik dipastikan dapat dimulai dalam waktu dekat,” tambahnya.
Sementara itu, fasilitas penunjang seperti penataan kawasan atau lanskap akan dikerjakan secara bertahap sesuai pembagian kewenangan antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertahanan.
Porsi Anggaran Pembangunan Kodam
- Kebutuhan: Rp260 Miliar
- Pemprov Kalsel: Rp66.360.856.500
- Hibah dari 13 kabupaten/kota: Rp65.000.000.000
- Sisa Anggaran dari Kementerian Pertahanan
Baca Juga: Markas Kodam Siap Dibangun di Kalsel, H Muhidin dan Pangdam Sepakat Diberi Nama Lambung Mangkurat
Editor : Arief