RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Meski terdapat kecenderungan penurunan jumlah ternak akibat sebagian peternak yang tidak lagi melanjutkan usaha beternak. Namun, ketersediaan sapi di Kabupaten Tapin dipastikan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menghadapi Hari Raya Iduladha tahun 2026.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tapin, Muhammad Erwin, menyebutkan bahwa secara umum stok sapi di daerah masih aman, bahkan turut menyuplai kebutuhan ke daerah tetangga.
“Untuk ketersediaan sapi di Tapin masih terpenuhi. Bahkan kita juga menyuplai ke daerah lain seperti Kabupaten HSS, Tabalong dan sekitarnya,” bebernya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini jumlah sapi yang tercatat mencapai 1.382 ekor. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan diperkirakan akan terus bertambah.
“Data ini masih sementara, karena biasanya masih ada penambahan dari peternak lain,” jelasnya.
Ia memaparkan, pada tahun 2025 lalu kebutuhan Iduladha untuk sapi di Tapin mencapai 745 ekor. Sementara untuk tahun ini diprediksi mengalami peningkatan, meskipun belum dihitung secara pasti.
“Untuk tahun ini kemungkinan naik, tapi tidak terlalu signifikan,” tambahnya.
Menghadapi Iduladha, Dinas Pertanian Tapin rutin melaksanakan berbagai upaya untuk menjaga kesehatan ternak. Di antaranya melalui vaksinasi massal, pemberian vitamin, obat cacing, hingga pemeriksaan kesehatan langsung ke lapangan.
“Kami turun langsung ke beberapa titik, terutama ke peternak besar, untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat,” katanya.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjamin kelancaran pelaksanaan kurban, mulai dari proses penyembelihan hingga daging dikonsumsi masyarakat.
“Harapannya pelaksanaan Iduladha berjalan lancar, dan hewan kurban dalam kondisi sehat serta aman dikonsumsi,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu peternak di Tapin, I Gede Sudarma, mengaku rutin melakukan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan terhadap ternaknya. Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi agenda tetap, khususnya menjelang Iduladha.
“Memang rutin vaksin sebelum Iduladha, sekalian pengecekan kesehatan. Biasanya setiap tiga bulan,” ujarnya.
Saat ini, ia memiliki 55 ekor sapi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 ekor telah siap dijadikan hewan kurban, sedangkan satu ekor lainnya dipertahankan sebagai indukan.
“Perawatan rutin sangat penting agar sapi tetap sehat dan layak sebagai hewan kurban,” katanya.
Ia memastikan seluruh ternaknya terus dipantau secara berkala untuk menjaga kualitas dan kesehatannya.
“Dengan vaksinasi dan pemeriksaan rutin, kami berharap ternak terhindar dari penyakit dan aman saat dikurbankan,” tutupnya.
Editor : M Oscar Fraby