Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Semarak Hari Tari Dunia di Kotabaru ! Gabungan Penari Pukau Ribuan Pasang Mata di Siring Laut

Jumain Radar Banjarmasin • Minggu, 26 April 2026 | 12:46 WIB
MEMUKAU: Peringatan Hari Tari Dunia berlangsung di Siring Laut Kotabaru. 
MEMUKAU: Peringatan Hari Tari Dunia berlangsung di Siring Laut Kotabaru. 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU – Panggung Akrab di objek wisata Siring Laut, Kotabaru, berubah menjadi lautan kreativitas, Sabtu (25/4) malam. Ratusan penari dari berbagai generasi tampil memukau dalam gelaran seni bertajuk “Mausung Budaya, Batari Sabanua”.

Acara yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kotabaru ini digelar dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia. Di bawah cahaya lampu panggung dan semilir angin laut, para penari menampilkan ragam tarian yang memadukan tradisi dan kreasi modern.

Sejak sore, masyarakat sudah memadati kawasan Siring Laut. Ribuan warga tumpah ruah, memenuhi setiap sudut lokasi demi menyaksikan pertunjukan yang mempertemukan berbagai sanggar seni dalam satu panggung besar.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten I Setda Kotabaru Minggu Basuki, Kepala Disdikbud Akhmad Romansyah, Kepala Diskoperindag Risa Ahyani, serta Kepala Diskominfo Gusti Abdul Wakhid.

Dalam sambutan Bupati Kotabaru yang dibacakan oleh Asisten I Minggu Basuki, disampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menegaskan bahwa seni tari bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian penting dari identitas budaya daerah.

“Kegiatan ini adalah komitmen nyata dalam melestarikan budaya. Di tengah modernisasi, kita harus memastikan warisan lokal tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda menjadikan seni sebagai ruang ekspresi positif, sekaligus menjauhi pengaruh negatif seperti narkoba dan pergaulan bebas.

Malam itu, hampir 100 penari dari berbagai sekolah dan sanggar seni tampil bergantian. Pertunjukan dibuka dengan tari tradisional Banjar yang anggun, lalu dilanjutkan dengan tari kreasi yang sarat makna budaya Kotabaru.

Kepala Disdikbud Kotabaru, Akhmad Romansyah, menyebut peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan komunitas seni, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga sanggar.

“Ini pertama kalinya Hari Tari Sedunia diperingati secara khusus di Kotabaru. Harapannya, bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya,” ujarnya.

Keberhasilan acara ini diharapkan menjadi awal kebangkitan seni tari di Kotabaru. Disdikbud pun berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan sanggar seni agar karya-karya lokal mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Kotabaru #Siring Laut #penari #Hari Tari Dunia