RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU - Pemerintah Kabupaten Tapin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya waspada, tetapi juga siap menghadapi bencana. Ajakan ini disampaikan dalam momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional yang diperingati setiap 26 April.
Seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, pendekatan penanganan bencana di Indonesia kini berfokus pada pencegahan dan kesiapsiagaan, bukan sekadar respons darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama, melibatkan pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat luas.
Sebagai bentuk aksi nyata, BPBD Tapin mengimbau seluruh stakeholder untuk melakukan aksi serentak pada 26 April 2026 pukul 10.00 WITA.
“Seluruh elemen diminta membunyikan sirine, lonceng, atau kentongan selama 30 hingga 60 detik,” ujarnya.
Aksi sederhana ini menjadi simbol peringatan bahwa bencana bisa datang kapan saja. Dengan latihan dan kesiapsiagaan, dampak bencana diharapkan dapat diminimalkan.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut. Video aksi dapat dikirimkan ke WhatsApp admin Pusdalops-PB BPBD Tapin sebagai bagian dari pelaporan dan dokumentasi.
“Ini bukan sekadar seremoni. Harapannya masyarakat benar-benar memahami pentingnya kesiapsiagaan,” tegas Muhammad Nor.
Melalui peringatan HKB 2026, Pemkab Tapin berharap kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana semakin meningkat, sehingga mampu bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi.
Editor : Eddy Hardiyanto