BANJARBARU – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik BBSO bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja menggelar pelatihan operator komputer tingkat dasar bagi calon tenaga kerja difabel tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Astikom Banjarbaru.
Sebanyak 15 peserta mengikuti pelatihan selama tujuh hari dengan durasi enam jam per hari. Usai pelatihan, seluruh peserta menerima sertifikat yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, Sabtu (25/4/2026).
Wali Kota Banjarbaru menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah awal program berbasis inklusi di Kota Banjarbaru.
“Alhamdulillah, ini kolaborasi luar biasa antara LPP Astikom dan PAMA yang memfasilitasi, serta pemerintah kota yang menghadirkan pelatihan inklusif pertama di Banjarbaru,” ujarnya.
Ia berharap para peserta ke depan dapat terserap di dunia kerja maupun mampu berwirausaha secara mandiri. Selain itu, pemerintah daerah memiliki kewajiban membuka peluang kerja bagi difabel, minimal dua persen di instansi pemerintah.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru, Sartono, menambahkan pelatihan ini merupakan upaya memberikan kesempatan yang sama bagi difabel dalam mengisi peluang kerja yang tersedia.
“Alumni pelatihan ini akan kami upayakan untuk disalurkan ke instansi pemerintah maupun perusahaan. Sesuai ketentuan, perusahaan swasta wajib mempekerjakan minimal satu persen tenaga kerja difabel, sedangkan instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD minimal dua persen. Program ini akan berkelanjutan dan peserta akan kami dampingi,” jelasnya.
Sementara itu, BBSO Head PT PAMA, Arif Cahyadi menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui program CSR di bidang sosial, khususnya dalam pembinaan dan peningkatan kapasitas difabel.
Menurutnya, pembekalan keterampilan dasar menjadi langkah penting sebelum memasuki dunia kerja. Dalam pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan dasar komputer, khususnya penggunaan Microsoft Office.
“Harapannya, kompetensi dasar ini dapat menjadi pintu masuk bagi teman-teman difabel untuk bisa terserap dan berkontribusi, baik di sektor swasta maupun pemerintahan,” ungkapnya.
Direktur LPP Astikom, Asnan, menyebutkan peserta pelatihan berjumlah 15 orang, terdiri dari 8 tuna rungu dan 7 tunadaksa. Selama pelatihan, peserta didampingi instruktur, termasuk yang mampu berkomunikasi dengan peserta tuna rungu.
“Pelatihan berlangsung selama satu minggu dan seluruh kegiatan dibiayai oleh PT PAMA BBSO. Kami berharap peserta memiliki bekal dasar yang dapat menunjang mereka memasuki dunia kerja,” pungkasnya.
Editor : Nurhidayat