Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Percantik Wajah Kota Pelaihari, PUPR akan Bangun Jalur Pejalan Kaki di Sepanjang Jalan A Syariani

Norsalim Yahya • Sabtu, 25 April 2026 | 21:27 WIB
BAKAL DIBANGUN: Jalan A Syairani, Kompleks Perkantoran Pelaihari yang bakal ditata dan dipercantik. 
(Foto: Rahmat untuk Radar Banjarmasin)
BAKAL DIBANGUN: Jalan A Syairani, Kompleks Perkantoran Pelaihari yang bakal ditata dan dipercantik.  (Foto: Rahmat untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Upaya menata wajah kota mulai dilakukan di pusat pemerintahan Kabupaten Tanah Laut (Tala). Kawasan perkantoran di Kelurahan Angsau tak lagi hanya dipadati kendaraan, tetapi mulai diarahkan menjadi ruang yang lebih ramah bagi pejalan kaki.

Di sepanjang Jalan A Syairani, Komplek Perkantoran, dari bundaran hingga di depan SMAN 1 Pelaihari bakal dibangun trotoar yang lebih layak.

Bukan sekadar trotoar biasa, jalur ini didesain sebagai ruang berjalan yang aman dan nyaman, terutama bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun warga yang beraktivitas antarinstansi.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPRP Tala, Dwi Hadi Putra, mengatakan penataan ini berangkat dari kebutuhan dasar yang selama ini kerap terabaikan yakni hak pejalan kaki.

“Selama ini orang datang ke kawasan perkantoran lebih bergantung pada kendaraan. Padahal jarak antar kantor tidak terlalu jauh. Kita ingin mengubah kebiasaan itu dengan menyediakan jalur yang nyaman,” ujarnya, Jumat (24/4).

Desain trotoar tersebut mengusung konsep modern dan lebih terbuka, dengan harapan kawasan pusat pemerintahan tak lagi terasa kaku, melainkan lebih hidup dan manusiawi. Penataan ini juga diproyeksikan menjadi salah satu titik yang mempercantik wajah kota Pelaihari.

Namun, di balik rencana itu, ada tantangan anggaran yang tak bisa dihindari. Kenaikan harga material seperti aspal dan semen membuat pemerintah harus melakukan penyesuaian di lapangan, baik dari sisi panjang jalur maupun volume pekerjaan.

Meski begitu, Dwi memastikan esensi proyek tidak berubah. Jalur pejalan kaki di kedua sisi jalan tetap menjadi prioritas utama. “Yang penting fungsinya tetap berjalan. Kita ingin kawasan ini tidak hanya terlihat rapi, tapi juga benar-benar bisa digunakan masyarakat,” katanya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#proyek #kalimantan selatan #trotoar #Tanah Laut