Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kejar Target Gizi Masyarakat, Ikan Kini Jadi Lauk Utama Program MBG di HSS

M Padil Ihsan • Jumat, 24 April 2026 | 18:22 WIB
BERGIZI: Salah satu menu Makanan Bergizi Gratis dengan lauk ikan patin Goreng di salah satu SPPG HSS. (Foto: Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan HSS) 
BERGIZI: Salah satu menu Makanan Bergizi Gratis dengan lauk ikan patin Goreng di salah satu SPPG HSS. (Foto: Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan HSS) 
 
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Dalam upaya untuk menggalakkan peningkatan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ikan kini didorong menjadi lauk utama di atas piring anak-anak sekolah. 
 
Langkah strategis ini diambil guna memastikan generasi muda di HSS mendapatkan asupan protein hewani berkualitas tinggi yang kaya akan omega-3, vitamin, dan mineral penting bagi pertumbuhan serta kecerdasan otak.
 
Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan HSS menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar soal memenuhi angka kecukupan nutrisi. Lebih dari itu, penggunaan ikan lokal bertujuan untuk menjamin kesegaran bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Dengan memangkas rantai distribusi dari perairan lokal langsung ke dapur sekolah, kualitas gizi ikan tetap terjaga maksimal tanpa perlu proses pembekuan yang lama.
 
Guna memastikan standar kesegaran dan gizi tersebut terpenuhi, pengawasan ketat kini mulai menyasar unit-unit pelaksana di lapangan, terutama pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
 
Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan HSS, Ahmad Fatmadiansyah menegaskan, pihaknya saat ini tengah fokus melakukan pemantauan langsung ke setiap unit pelayanan di seluruh kecamatan.
 
"Saat ini kami terus melakukan pendekatan dan monitoring ke semua SPPG untuk meningkatkan angka konsumsi ikan di HSS," ujarnya pada Jum'at (24/4/2026).
 
Fatmadiansyah menjelaskan bahwa pihak SPPG diberikan fleksibilitas dalam mengolah menu agar tetap menggugah selera anak-anak, selama unsur protein utamanya tetap berasal dari komoditas perikanan.
 
"Yang kami sarankan untuk lauknya dari ikan, baik yang diolah maupun ikan segar," tambahnya.
 
Kebijakan ini menjadi pondasi kuat untuk memastikan piring-piring di SPPG tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga efektif membangun kualitas fisik dan intelektual anak-anak HSS. 
 
Melalui pemanfaatan hasil tangkapan nelayan sendiri, pemerintah daerah memastikan anggaran program gizi ini berputar di masyarakat lokal, sehingga kesehatan generasi masa depan dan kesejahteraan ekonomi warga HSS dapat tumbuh beriringan secara nyata.
Editor : Arif Subekti
#Perikanan #HSS #SPPG #Mbg