Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Genjot Inovasi Pelayanan, Pemkab Kotabaru Luncurkan INOTEKDA

Jumain Radar Banjarmasin • Kamis, 23 April 2026 | 14:51 WIB
DISKUSI: Saat berjalannya diskusi di peluncuran INOTEKDA. (Foto: Prokopim Setda Kotabaru)
DISKUSI: Saat berjalannya diskusi di peluncuran INOTEKDA. (Foto: Prokopim Setda Kotabaru)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru tak ingin main-main dalam urusan pelayanan publik.

Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Pemkab menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah sekaligus meluncurkan aplikasi INOTEKDA (Inovasi dan Teknologi Daerah), Kamis (23/4).

Bertempat di Aula Manuntung Bapperida Lantai III, kegiatan ini mengumpulkan seluruh motor penggerak pemerintahan, mulai dari perwakilan SKPD, Camat, hingga Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kotabaru. 

Targetnya jelas, mendongkrak kapasitas perangkat daerah agar lebih kreatif menciptakan terobosan yang menyentuh masyarakat.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Zainal Arifin, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah, menegaskan bahwa inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap instansi.

“Inovasi adalah jawaban atas tantangan pelayanan publik yang makin kompleks. Kami minta setiap SKPD dan kecamatan minimal punya satu inovasi,” tegas Zainal. 

Ia pun mewanti-wanti agar inovasi yang lahir jangan sampai hanya menjadi "proyek seremoni" yang mati setelah pelatihan usai. 

“Harus berkelanjutan. Jangan hangat-hangat tahi ayam, dampaknya harus benar-benar dirasakan warga,” tambahnya.

Salah satu poin krusial dalam acara tersebut adalah peluncuran aplikasi INOTEKDA. Aplikasi ini dirancang sebagai bank data sekaligus wadah standarisasi inovasi daerah. 

Selama ini, banyak ide brilian di lapangan yang seringkali luput dari penilaian karena lemahnya dokumentasi.

Data menunjukkan, pada tahun 2025 lalu Kotabaru hanya mencatatkan sembilan inovasi yang masuk penilaian. Padahal, potensi di Bumi Sa-Ijaan diyakini jauh lebih besar dari angka tersebut.

“Potensi kita banyak, tapi penyakitnya seringkali tidak terdokumentasi dengan baik. Melalui INOTEKDA, semua akan terdata secara sistematis agar bisa dikembangkan lebih jauh,” ungkap narasumber Jerry Walo.

Demi memantapkan langkah, Bapperida menghadirkan narasumber berbobot. Ada Jerry Walo dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, serta Indra Abdillah dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kalsel. 

Jalannya diskusi dipandu langsung oleh Sekretaris Bapperida Kotabaru, Muhammad Zuhriansyah.

Dengan amunisi baru berupa aplikasi dan pemahaman teknis yang lebih matang, Pemkab Kotabaru mematok target tinggi di tahun 2026. 

Mereka berambisi meningkatkan kuantitas dan kualitas inovasi agar mampu berbicara banyak di level provinsi maupun nasional.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi hangat, di mana para peserta mulai membedah potensi-potensi baru yang bakal diusulkan melalui platform INOTEKDA dalam waktu dekat.

Editor : Sutrisno
#Kotabaru #pelayanan