RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Pemerintah Kabupaten Banjar mulai mengarahkan penguatan ekonomi desa melalui perubahan pola pikir generasi muda.
Salah satunya dengan membekali pemuda desa pemahaman pengelolaan keuangan dan kesiapan menjadi pelaku usaha.
Langkah ini terlihat dalam kegiatan pengembangan sumber daya pemuda bertajuk Psychology of Money Part II: Membangun Fondasi Ekonomi Lokal di Desa Pandak Daun, Kecamatan Karang Intan, belum lama tadi.
Kegiatan hasil kolaborasi Disbudporapar Banjar dan anggota DPRD Banjar Ali Syahbana itu diikuti ratusan pemuda desa.
Ali Syahbana menegaskan, pemuda memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Namun, peran itu hanya bisa dijalankan jika dibarengi kesiapan mental dan kemampuan mengelola keuangan.
Karena itulah, ia menekankan agar pemuda Kabupaten Banjar harus lebih giat membekali diri.
“Masa depan daerah ini ada di tangan mereka. Kami ingin dari desa-desa ini lahir generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi mampu menciptakan peluang kerja,” ungkapnya kepada awak media.
Menurut Ali, konsep psychology of money tidak sekadar berbicara tentang cara menghasilkan uang, tetapi juga menyangkut pola pikir, kebiasaan, dan sikap dalam mengelola finansial.
“Sering kali yang menjadi penghambat bukan kurangnya peluang, tapi pola pikir yang belum siap. Kalau mindset-nya sudah terbentuk, pemuda akan lebih berani mengambil peluang dan mengelola risiko,” jelasnya.
Ia menambahkan, disiplin finansial dan kemampuan menentukan prioritas menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi sejak usia muda.
“Kalau sejak awal sudah terbiasa mengelola keuangan dengan baik, pemuda desa akan lebih siap berkembang, bahkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungannya,” katanya.
Ali juga mengingatkan, bonus demografi yang saat ini dimiliki harus diantisipasi dengan kesiapan sumber daya manusia.
“Jumlah usia produktif kita besar. Ini peluang, tapi juga tantangan. Kalau tidak dipersiapkan, justru bisa menjadi beban. Karena itu, pembekalan seperti ini penting agar pemuda tidak tertinggal,” tegasnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di tingkat desa.
Kegiatan serupa sebelumnya telah digelar di Desa Sungai Alang dan Sungai Landas.
“Perubahan ekonomi desa itu harus dimulai dari perubahan pola pikir pemudanya. Ketika mereka siap, desa juga akan ikut bergerak maju,” lugas Ali Syahbana.
Kabid Pemuda Disbudporapar Banjar, Muhari, menambahkan, penguatan literasi keuangan menjadi langkah strategis agar pemuda desa mampu mandiri secara ekonomi.
“Kami ingin pemuda desa tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga dibekali pemahaman yang kuat tentang pengelolaan keuangan dan peluang usaha,” katanya.
Menurutnya, dengan bekal tersebut, pemuda diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi di lingkungannya, bukan sekadar pencari kerja.
ia menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan pemuda desa saat ini.
“Kami harap wawasan yang didapat dapat menjadi bekal dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno